Hadapi Era Digital, Kemenag Bengkulu Siapkan Skema Pemanfaatan AI bagi ASN
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si--
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kian masif di tengah masyarakat dan mulai merambah berbagai sektor, termasuk birokrasi pemerintahan.
Teknologi ini dinilai mampu menjadi akselerator dalam meningkatkan efektivitas kerja dan kualitas pelayanan publik.
Menyikapi perkembangan tersebut, Kementerian Agama Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk menjadikan AI sebagai instrumen strategis dalam memperkuat kinerja dan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), bukan sekadar mengikuti tren teknologi semata.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., menekankan bahwa kehadiran AI harus diarahkan secara bijak, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia agar benar-benar memberi manfaat nyata bagi tata kelola organisasi dan pelayanan publik.
BACA JUGA:Masuk Proyek Nasional, Danau Dendam Tak Sudah Siap Berubah Wajah pada 2026
BACA JUGA:Korpri Bentiring Terendam, Pemkot Bengkulu Dirikan Tenda dan Dapur Umum
“AI ini kita dorong sebagai sarana untuk menopang berbagai langkah dan upaya strategis Kementerian Agama. Namun perlu ditegaskan, AI bukan satu-satunya barometer keberhasilan. Justru AI kita jadikan pijakan untuk meningkatkan kompetensi ASN di lingkungan Kemenag,” ujar Saefudin, Sabtu 3 Januari 2026.
Menurutnya, Kementerian Agama telah menyiapkan arah kebijakan serta skema penguatan kapasitas sumber daya manusia dengan memanfaatkan teknologi AI secara terstruktur dan berkelanjutan.
Setiap bidang yang bersentuhan langsung dengan pengembangan maupun pemanfaatan AI diarahkan memiliki pola kerja dan mekanisme tersendiri, sehingga implementasi teknologi dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Pola dan skema sudah kita rancang sesuai bidang masing-masing. Jadi AI ini hadir sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas kerja, inovasi, dan profesionalisme ASN, bukan menggantikan peran manusia,” tegasnya.
BACA JUGA:Curah Hujan Tinggi, BPBD Catat 11 Titik Banjir di Kota Bengkulu
BACA JUGA:Diboyong dari Tottenham, Brennan Johnson Siap Menjadi Ikon Baru Crystal Palace
Ia menambahkan, pemanfaatan AI di lingkungan Kementerian Agama juga diharapkan mampu mempercepat proses kerja, meningkatkan akurasi data, serta mendukung pengambilan kebijakan yang lebih adaptif di era digital.
Namun demikian, penerapan teknologi tersebut tetap harus sejalan dengan nilai-nilai moderasi beragama, etika birokrasi, serta prinsip pelayanan publik yang selama ini menjadi karakter Kementerian Agama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

