Didukung Irigasi Teknis, Lebih dari 2.000 Hektare Sawah di Mukomuko Bisa Tanam Padi Tiga Kali Setahun
Didukung Irigasi Teknis, Lebih dari 2.000 Hektare Sawah di Mukomuko Bisa Tanam Padi Tiga Kali Setahun--Bayu/Rakyatbengkulu.com
MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Produktivitas pertanian sawah di Kabupaten Mukomuko terus menunjukkan tren positif.
Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko mencatat, hingga saat ini lebih dari 2.000 hektare lahan sawah milik petani di daerah tersebut telah mampu ditanami padi hingga tiga kali dalam satu tahun.
Plt Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, SP, menjelaskan bahwa capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kinerja sektor pertanian, khususnya pada kawasan persawahan yang telah didukung jaringan irigasi teknis.
“Dari sekitar 2.000 hektar sawah produktif ini berada di daerah irigasi Manjunto dan Selagan. Ketersediaan air yang relatif stabil membuat petani tidak lagi bergantung pada musim hujan, sehingga pola tanam dapat diatur lebih intensif dan berkelanjutan sepanjang tahun,” ujarnya, Selasa 6 Januari 2026.
BACA JUGA:Tanpa Pengobatan Medis, Ini 5 Buah untuk Menurunkan Kolesterol Berlebih
BACA JUGA:Dana Desa di Mukomuko Turun, Alokasi per Desa 2026 Capai Rp373 Juta
Ia menambahkan, dukungan irigasi memberikan dampak langsung terhadap peningkatan hasil panen dan kesejahteraan petani.
“Dengan adanya dukungan irigasi, petani bisa menanam padi tiga kali dan masih memiliki waktu untuk palawija. Ini berdampak langsung pada peningkatan produksi dan pendapatan petani,” sambungnya.
Meski demikian, Hari Mustaman mengungkapkan bahwa sekitar 1.400 hektare lahan sawah lainnya di Mukomuko masih tergolong sawah tadah hujan dan hanya dapat ditanami padi satu kali dalam setahun.
Sawah tadah hujan tersebut tersebar di Kecamatan Ipuh serta beberapa kecamatan lainnya, yang sepenuhnya mengandalkan curah hujan sebagai sumber air. Kondisi ini menyebabkan produktivitas lahan belum optimal, terutama saat musim kemarau panjang.
Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Mukomuko memastikan upaya peningkatan produktivitas sawah tadah hujan terus dilakukan secara bertahap.
Salah satu langkah yang ditempuh yakni melalui program optimasi lahan, termasuk pembangunan sumur bor pada sejumlah areal persawahan.
BACA JUGA:BPS Bengkulu Mulai Sensus Ekonomi 2026, UMKM hingga Usaha Online Didata
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

