HONDA

Kasus Stunting di Kota Bengkulu Turun, Kini Tercatat 42 Anak

Kasus Stunting di Kota Bengkulu Turun, Kini Tercatat 42 Anak

Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu, Rosminiarty--

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Angka stunting di Kota Bengkulu menunjukkan tren penurunan berdasarkan hasil survei ulang yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) pada akhir tahun 2025.

Hasil verifikasi lapangan mencatat jumlah anak yang terindikasi stunting berkurang setelah dilakukan pengecekan langsung terhadap data awal yang diterima dari Dinas Kesehatan.

Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu, Rosminiarty, menyampaikan bahwa sebelumnya terdapat 45 anak yang masuk dalam data indikasi stunting. Namun, setelah survei ulang dilakukan, jumlah tersebut menurun.

“Pada akhir tahun 2025 kami melakukan survei ulang terhadap anak-anak yang terindikasi stunting. Dari laporan Dinas Kesehatan ada 45 anak, dan setelah kami turun langsung ke lapangan, alhamdulillah data stunting berkurang menjadi 42 anak,” ujar Rosminiarty, Senin 9 Februari 2026.

BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Siapkan Aturan Jam Operasional Hiburan Malam dan Rumah Makan Selama Ramadan

BACA JUGA:Musim Tanam Pertama 2026, Mukomuko Terima 6.342 Ton Pupuk Subsidi

Ia menegaskan, penurunan angka stunting tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor yang akan terus diperkuat pada tahun 2026. Seluruh anak yang saat ini terdata stunting telah masuk dalam perencanaan intervensi DP3AP2KB.

“Di tahun 2026 ini, 42 anak yang terdata stunting sudah kami susun program kegiatannya dan insyaallah akan segera kami laksanakan. Fokus kami adalah memastikan intervensi berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan,” jelasnya.

Salah satu upaya yang kini mulai dijalankan adalah program Bapak Asuh Anak Stunting yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Baznas, CSR BSI, Pelindo, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), hingga seluruh camat di Kota Bengkulu.

“Pada Februari ini kami mendapat dukungan dari Bapak Asuh, baik dari Baznas, CSR BSI, Pelindo, OPD, dan juga seluruh camat. Mereka berkolaborasi menjadi Bapak Asuh bagi anak-anak stunting di Kota Bengkulu,” kata Rosminiarty.

Selain menangani anak yang telah terdata stunting, DP3AP2KB juga memberikan pendampingan kepada anak-anak yang baru terindikasi agar tidak berkembang menjadi stunting permanen.

"Anak-anak yang baru terindikasi stunting tetap kami bina dan dampingi, supaya tidak benar-benar jatuh ke kondisi stunting,” tambahnya.

Terkait peran Bapak Asuh, Rosminiarty menjelaskan bahwa fokus utama pendampingan adalah pemenuhan asupan gizi sesuai kebutuhan anak. DP3AP2KB telah menyiapkan data jenis makanan dan jadwal makan sebagai pedoman pelaksanaan.

BACA JUGA:Pemkab Seluma Raup Rp599 Juta dari Lelang Randis, Seluruh Unit Laku Terjual

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: