HONDA

Stok Obat Aman, Dinkes Bengkulu Mulai Rancang Kebutuhan 2027

Stok Obat Aman, Dinkes Bengkulu Mulai Rancang Kebutuhan 2027

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati--

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu memastikan ketersediaan stok obat di seluruh fasilitas layanan kesehatan selama tahun 2026 dalam kondisi aman.

Untuk menjaga kesinambungan layanan, Dinkes juga telah menyusun perencanaan kebutuhan obat lebih awal, termasuk untuk tahun 2027.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, mengatakan proses pengusulan kebutuhan obat telah dimulai sejak Februari 2026, dengan mengacu pada data pemakaian tahun sebelumnya.

“Kita tidak menunggu sampai akhir tahun. Sejak Februari kemarin, tim farmasi bersama bagian program sudah mulai menyusun dan mengajukan kebutuhan obat, dan bahkan sampai untuk tahun berikutnya, dengan mengacu pada data pemakaian tahun 2025,” ujar Nelli.

BACA JUGA:Musim Kemarau Mulai, BPBD Mukomuko Imbau Warga Hemat Air

BACA JUGA:Resep Rujak Cingur Khas Surabaya, Perpaduan Rasa Unik yang Bikin Nagih

Ia menjelaskan, perencanaan dilakukan dengan mempertimbangkan tren penyakit, termasuk lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang sempat meningkat pada 2025.

“Ada beberapa jenis obat yang stoknya sempat menipis karena tingginya kasus ISPA di 2025. Namun kondisi itu sudah kita antisipasi. Kami telah menginstruksikan tim farmasi untuk segera melakukan penyediaan tambahan, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tambahnya.

Menurut Nelli, hingga saat ini distribusi dan ketersediaan obat di fasilitas kesehatan masih terkendali dengan baik.

“Untuk tahun 2026 ini, insyaallah stok obat kita masih aman dan mencukupi untuk pelayanan masyarakat,” lanjutnya.

BACA JUGA:Tampil dengan 10 Pemain, Prancis Sukses Tumbangkan Brasil 2-1 di Laga Persahabatan

BACA JUGA:Sadis! Pria di Bengkulu Dibakar Mantan Kekasih Gegara Motif Asmara, Pelaku Resmi Jadi Tersangka

Selain itu, Dinkes Kota Bengkulu juga mulai merancang pengusulan kebutuhan obat untuk tahun 2027 sebagai langkah antisipasi jangka panjang.

"Kita juga sudah mulai mempersiapkan dan merancang pengusulan untuk tahun berikutnya," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: