HONDA

Fenomena Gunung Es HIV di Bengkulu, Dinkes Sebut Kasus Terdata Masih Rendah

Fenomena Gunung Es HIV di Bengkulu, Dinkes Sebut Kasus Terdata Masih Rendah

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Sri Martiana--

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Dinas Kesehatan Kota Bengkulu menyoroti tingginya potensi kasus HIV/AIDS yang belum terdeteksi. 

Kondisi ini disebut sebagai fenomena gunung es, di mana angka kasus yang tercatat diyakini belum mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Sri Martiana, menyebut keterbatasan jangkauan skrining menjadi salah satu penyebab utama rendahnya data kasus yang terungkap.

“Fenomena ini seperti gunung es. Yang terlihat di permukaan hanyalah sebagian kecil. Jika seluruh populasi berisiko bisa kita jangkau dan lakukan pemeriksaan, maka kemungkinan besar angka kasus HIV/AIDS di Kota Bengkulu akan meningkat berkali-kali lipat,” ujar Sri Martiana, Senin 30 Maret 2026.

BACA JUGA:Hari Pertama Masuk Sekolah, Disdikbud Mukomuko Minta Guru Lebih Aktif dan Pembelajaran Langsung Efektif

BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Siapkan Perampingan OPD, Dari 43 Jadi 26, Masih Tahap Regulasi

Ia menjelaskan, deteksi dini di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, salah satunya pola aktivitas kelompok berisiko yang berlangsung pada waktu tertentu.

“Kelompok berisiko ini umumnya aktif pada malam hingga dini hari, bahkan di atas pukul 01.00 WIB, terutama di lokasi hiburan malam. Ini tentu menyulitkan petugas untuk melakukan skrining secara langsung,” jelasnya.

Selain itu, keterbatasan akses informasi dan pendekatan ke komunitas tertentu juga menjadi tantangan. 

Dinas Kesehatan menilai peran pihak ketiga, seperti yayasan pendamping, sangat penting dalam menjangkau kelompok berisiko.

BACA JUGA:Mahoni Championship XXIII Dimulai, Pawai Drum Band SMAN 2 Bengkulu Curi Perhatian

BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Resmi Luncurkan Diskon 50 Persen Pajak Kendaraan Non-BD

“Selama ini kami sangat terbantu oleh yayasan pendamping. Tanpa mereka, proses pemetaan dan skrining akan jauh lebih sulit karena tidak semua kelompok bisa diakses secara langsung oleh petugas kesehatan,” tambah Sri.

Untuk memperluas deteksi dini, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu akan kembali menggelar program skrining HIV/AIDS yang menyasar warga binaan di sejumlah lembaga pemasyarakatan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: