Isu Sekolah Daring Beredar, Disdikbud Tegaskan Tetap Tatap Muka
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kota Bengkulu, Ilham Putra--
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung secara tatap muka pada hari pertama masuk sekolah usai libur Idulfitri 1447 Hijriah, Senin 30 Maret 2026.
Kepastian ini disampaikan menyusul munculnya isu pembelajaran daring yang sempat beredar di kalangan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kota Bengkulu, Ilham Putra, menegaskan tidak ada kebijakan penerapan sekolah daring di lingkungan Pemkot Bengkulu.
“Seluruh anak-anak mulai dari jenjang PAUD, SD hingga SMP sudah masuk seperti biasa dan melaksanakan pembelajaran tatap muka. Terkait isu pembelajaran daring, Di Pemerintah Kota Bengkulu tidak ada kebijakan sekolah daring,” ujar Ilham, Senin 30 Maret 2026.
BACA JUGA:Fenomena Gunung Es HIV di Bengkulu, Dinkes Sebut Kasus Terdata Masih Rendah
Ia menjelaskan, kegiatan hari pertama sekolah diawali dengan upacara bendera, kemudian dilanjutkan dengan halal bihalal antara guru dan siswa.
“Alhamdulillah hari ini berjalan lancar. Setelah upacara bendera, sekolah juga menggelar halal bihalal, saling bermaaf-maafan antara dewan guru dan siswa-siswi,” lanjutnya.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, seluruh satuan pendidikan di Kota Bengkulu berjalan normal tanpa kendala berarti. Tingkat kehadiran siswa juga terpantau tinggi.
“Sampai hari ini, tidak ada temuan kendala. Semua satuan pendidikan melaksanakan pembelajaran tatap muka. Kalau ada satu-dua siswa yang tidak masuk karena sakit, itu hal yang wajar dan sudah ada izin,” jelasnya.
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Siapkan Perampingan OPD, Dari 43 Jadi 26, Masih Tahap Regulasi
BACA JUGA:Mahoni Championship XXIII Dimulai, Pawai Drum Band SMAN 2 Bengkulu Curi Perhatian
Selain itu, pemantauan juga dilakukan oleh perwakilan pemerintah pusat melalui sejumlah unit pelaksana teknis di daerah sebagai bagian dari evaluasi nasional.
“Tadi juga ada dari perwakilan kementerian melalui BPMP, KGTK, dan Balai Bahasa yang turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memantau dan menjadi pembina upacara. Ini akan dilaporkan ke pemerintah pusat bahwa hari ini seluruh siswa sudah belajar seperti biasa,” tambah Ilham.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




