HONDA

Realisasi APBDes 2025 Sidodadi Capai Rp1,06 Miliar, Ini Rinciannya

Realisasi APBDes 2025 Sidodadi Capai Rp1,06 Miliar, Ini Rinciannya

Realisasi APBDes 2025 Sidodadi Capai Rp1,06 Miliar, Ini Rinciannya--

MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Pemerintah Desa Sidodadi, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, mempublikasikan Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk transparansi pengelolaan keuangan desa.

Laporan tersebut disampaikan sesuai Peraturan Desa Nomor 1 Tahun 2026 dan menjadi gambaran penggunaan dana desa untuk kepentingan masyarakat sepanjang tahun anggaran.

Pada 2025, pendapatan Desa Sidodadi ditargetkan sebesar Rp1.234.215.000, dengan realisasi Rp1.063.008.965. Selisih dari target terjadi akibat penyesuaian Dana Desa dari pemerintah pusat.

Penggunaan anggaran tersebut dialokasikan ke sejumlah sektor utama, yakni:

BACA JUGA:Program Bantu Rakyat Dievaluasi, Pemprov Bengkulu Tekankan Ketepatan Sasaran

BACA JUGA:BPBD Mukomuko Imbau Waspada Karhutla, Musim Kemarau Diprediksi Mulai Mei 2026

  • Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, terealisasi Rp452.883.412 dari pagu Rp519.515.101 untuk operasional dan pelayanan publik.
  • Pelaksanaan Pembangunan Desa, realisasi Rp374.840.840 dari pagu Rp597.112.101 untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas desa.
  • Pembinaan Kemasyarakatan, terealisasi 100 persen sebesar Rp6.938.000.
  • Pemberdayaan Masyarakat, terealisasi Rp40.900.000 dari pagu Rp49.500.000 untuk peningkatan kapasitas dan kemandirian warga.
  • Penanggulangan Bencana dan Keadaan Mendesak terealisasi Rp72.900.000 dari pagu Rp77.600.000 untuk kesiapsiagaan darurat. 

Selain itu, sektor pembiayaan desa mencatat penerimaan Rp177.949.202 dan pengeluaran Rp161.500.000.

Kepala Desa Sidodadi, Parijan, menyebut penyesuaian dana dari pusat menjadi evaluasi penting dalam perencanaan keuangan desa.

BACA JUGA:Pemkab Mukomuko Perketat WFH ASN, Larang Perjalanan Dinas dan Batasi Kendaraan

BACA JUGA:Kekalahan dari Lyon 1-2 di Kandang, Posisi PSG di Puncak Klasemen Mulai Terancam

“Adanya penyesuaian Dana Desa dari pusat tentu berdampak pada perencanaan yang telah disusun. Namun kami tetap berupaya agar program prioritas tetap berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (20/4/26).

Ia menegaskan keterbukaan laporan ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pembangunan desa.

“Transparansi ini kami buka agar masyarakat tahu kondisi sebenarnya. Dengan kebersamaan, kita bisa menghadapi keterbatasan dan tetap membangun desa,” tambahnya.

Pemdes Sidodadi berharap publikasi ini mampu menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: