Menkomdigi: Digitalisasi Ciptakan Program MBG Tepat Sasaran
Digitalisasi disebut Menkomdigi ciptakan program MBG tepat sasaran.--ANTARA
Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, mengatakan digitalisasi dalam rantai pasok mulai dari produksi hingga penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) menciptakan program ini tepat sasaran kepada penerima manfaat.
“Setiap tahapan program dapat dipantau secara transparan dan terukur. Ini penting agar manfaat Program Makan Bergizi Gratis benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Meutya saat meninjau Pesantren Al Ittifaq di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu.
Melalui sistem digital yang terintegrasi, pemerintah dapat memantau ketersediaan bahan pangan, menjaga kualitas produk, hingga memastikan distribusi berjalan tepat waktu.
BACA JUGA:Menkomdigi Tegaskan Kolaborasi Pers dan AI Jadi Kunci Hadapi Disinformasi Digital
BACA JUGA:Menkomdigi Tantang AI Innovation Hub Hasilkan Solusi Publik
Pengawasan berbasis data juga memungkinkan pemantauan secara real time sehingga potensi penyimpangan distribusi dapat ditekan.
Pendekatan ini sekaligus meningkatkan efisiensi logistik. Data yang terkumpul menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat, sekaligus memperkuat akuntabilitas pelaksanaan program di lapangan.
Tak hanya soal distribusi, digitalisasi juga membuka dampak ekonomi yang lebih luas. Rantai pasok yang tertata memberikan peluang pasar bagi petani, peternak, dan pelaku usaha lokal. Produksi pangan dalam negeri pun dapat terserap secara berkelanjutan, mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Lebih lanjut Meutya mengatakan teknologi yang digunakan harus bersifat tepat guna dan sesuai kebutuhan di lapangan.
BACA JUGA:Pimpin Rapat dengan Opsel, Menkomdigi Pastikan Sinyal di Wilayah Bencana Sumatera Pulih 90 Persen
“Digitalisasi tidak boleh menjadi beban baru, tetapi harus menjadi alat yang mempermudah dan meningkatkan produktivitas,” katanya.
Aspek keberlanjutan turut menjadi perhatian penting dalam implementasi program.
Pengelolaan yang baik, mulai dari pengendalian kualitas, optimalisasi rantai pasok, hingga pemanfaatan limbah produksi, dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pangan bergizi secara konsisten sekaligus meminimalkan pemborosan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

