199 Sekolah di Mukomuko Terkoneksi Program Indonesia Digital, Disdikbud Usulkan Bantuan Lanjutan
Kepala Disdikbud Mukomuko, Arni Gusnita, MM--
MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko terus mendorong digitalisasi pendidikan melalui Program Indonesia Digital (PID).
Sebanyak 199 sekolah, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta, telah menerima bantuan program tersebut dari pemerintah pusat pada tahun 2025.
Program tersebut menjadi langkah strategis dalam menghadirkan sistem pembelajaran berbasis teknologi sekaligus memperluas akses sekolah terhadap metode pembelajaran yang lebih modern dan adaptif.
Kepala Disdikbud Mukomuko, Arni Gusnita, MM, mengatakan bantuan PID merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
BACA JUGA:20 Calon Pimpinan Baznas Bengkulu Jalani Uji Kompetensi, Hasil Diumumkan 1 Juli 2026
BACA JUGA:Disdikbud Mukomuko Imbau Guru dan Siswa Tetap Produktif Selama Libur Sekolah
“Alhamdulillah, tahun 2025 lalu sebanyak 199 sekolah mencakup SD dan SMP baik negeri maupun swasta sudah mendapatkan bantuan PID digital dari pemerintah pusat. Ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan terhadap perkembangan zaman,” ujar Arni, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, Program Indonesia Digital tidak hanya memberikan dukungan berupa perangkat pembelajaran, tetapi juga membuka peluang bagi sekolah untuk mengembangkan metode belajar yang lebih inovatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan era digital.
Melihat keberhasilan pelaksanaan program tersebut, Disdikbud Mukomuko kembali mengusulkan sebanyak 199 sekolah agar memperoleh bantuan Program Indonesia Digital pada tahun 2026.
"Pada tahun 2026 ini, Disdikbud kembali mengusulkan sebanyak 199 sekolah untuk mendapatkan bantuan program PID digital. Kita berharap, pemerataan digitalisasi pendidikan di Mukomuko bisa segera terwujud,” ungkapnya.
BACA JUGA:Kesbangpol Umumkan 27 Calon Paskibraka Provinsi Bengkulu 2026, Kepahiang Tanpa Perwakilan
BACA JUGA:MotorkuX Permudah Pengguna Honda, Booking Servis hingga Riwayat Perawatan dalam Satu Aplikasi
Arni menilai digitalisasi pendidikan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan daya saing dunia pendidikan di daerah serta mempersiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan akademik dan literasi teknologi.
"Di tengah arus perkembangan global yang kian cepat, investasi pada pendidikan berbasis digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan," pungkasnya. (Adv)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




