Festival Tabut 2026 Lampaui Target, Perputaran Ekonomi Tembus Rp26 Miliar
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Alpha Rizal Fadlan--
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Kesuksesan penyelenggaraan Festival Tabut 2026 tidak hanya menjadi kebanggaan dari sisi pelestarian budaya, tetapi juga membawa dampak nyata bagi perekonomian Provinsi Bengkulu.
Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu mencatat Festival Tabut 2026 mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Berdasarkan data sementara panitia, perputaran uang selama penyelenggaraan festival telah mencapai sekitar Rp26 miliar, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp25 miliar.
Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan juga berhasil menembus target awal sebanyak 250 ribu pengunjung. Saat ini, pemerintah masih menunggu hasil pendataan akhir untuk memastikan angka kunjungan secara resmi.
BACA JUGA:PAD Festival Tabut 2026 Tembus Rp57 Juta
BACA JUGA:Harga TBS Sawit di Mukomuko Kembali Turun, Tiga Pabrik Pangkas Rp20-30 per Kilogram
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Alpha Rizal Fadlan, mengungkapkan keberhasilan Festival Tabut 2026 merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, pelaku usaha hingga insan media.
"Alhamdulillah, penyelenggaraan Festival Tabut 2026 menurut kami berjalan sukses. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk rekan-rekan media yang telah ikut mendukung dan mempublikasikan festival ini sehingga gaungnya semakin luas," ujar Alpha, Selasa 30 Juni 2026.
Ia menjelaskan, capaian tahun ini menunjukkan tren yang sangat positif dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Dari sisi kunjungan maupun nilai ekonomi, Festival Tabut 2026 mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
"Target kunjungan sebanyak 250 ribu pengunjung sudah tercapai, bahkan kemungkinan lebih. Untuk dampak ekonomi, berdasarkan laporan panitia pada malam penutupan saja sudah tercatat sekitar Rp26 miliar, padahal target kami Rp25 miliar dan penyelenggaraannya belum genap 10 hari," jelasnya.
Menurut Alpha, capaian tersebut lebih tinggi dibanding Festival Tabut 2024 yang hanya mencatat sekitar 210 ribu pengunjung dengan nilai perputaran ekonomi berkisar Rp20 miliar hingga Rp22 miliar.
"Artinya ada peningkatan yang cukup signifikan. Ini menunjukkan Festival Tabut semakin diminati dan memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM, pedagang, sektor perhotelan, transportasi, hingga ekonomi masyarakat secara keseluruhan," katanya.
Tak hanya itu, Festival Tabut 2026 juga dinilai berhasil memperluas promosi Bengkulu di tingkat nasional bahkan internasional.
BACA JUGA:199 Sekolah di Mukomuko Terkoneksi Program Indonesia Digital, Disdikbud Usulkan Bantuan Lanjutan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


