Pendapatan Peternak dan Nelayan Bengkulu Tertekan, BPS Catat Nilai Tukar Turun pada Juni 2026
BPS Provinsi Bengkulu mencatat Nilai Tukar Peternakan, Nilai Tukar Nelayan, dan Nilai Tukar Perikanan turun pada Juni 2026 akibat melemahnya harga hasil produksi dan meningkatnya biaya operasional.--Screenshot/rakyatbengkulu.com
BPS: Peternak dan Nelayan Bengkulu Hadapi Tekanan Ganda pada Juni 2026
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Kesejahteraan peternak dan nelayan di Provinsi Bengkulu mengalami tekanan pada Juni 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat penurunan nilai tukar pada subsektor peternakan dan perikanan akibat melemahnya harga hasil produksi serta meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan.
Data yang dirilis BPS pada 1 Juli 2026 menunjukkan kondisi tersebut turut memengaruhi pendapatan peternak, nelayan, hingga pembudidaya ikan di Bengkulu.
Penurunan terjadi pada Nilai Tukar Peternakan (NTPT), Nilai Tukar Perikanan (NTNP), Nilai Tukar Nelayan (NTN), serta Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi).
Nilai Tukar Peternakan Turun 1,66 Persen
BPS mencatat Nilai Tukar Peternakan turun 1,66 persen dibandingkan Mei 2026.
BACA JUGA:Kasus HIV/AIDS di Mukomuko Capai 30 Orang, Empat Meninggal dan Dinkes Keluarkan Peringatan
Penurunan terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Peternak turun 1,46 persen.
Sebaliknya, Indeks Harga yang Dibayar Peternak naik 0,20 persen.
Harga ternak besar menjadi penyumbang utama penurunan dengan kontraksi 2,56 persen.
Harga ternak kecil turun lebih dalam, yakni 4,21 persen.
Di sisi lain, harga unggas masih mencatat kenaikan sebesar 2,11 persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


