Sariawan Bisa jadi Gejala Awal Kanker Mulut, Simak Tips Agar Sariawan Lekas Sembuh

Senin 02-10-2023,20:45 WIB
Reporter : Panca Destriansyah
Editor : Ana Mariyohana

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.Com - Sariawan merupakan salah satu masalah mulut yang sering dihadapi banyak orang. Sariawan, juga dikenal sebagai stomatitis, infeksi mulut yang terasa nyeri sehingga mengganggu pengidapnya untuk makan, berbicara dan tidur. 

Sariawan bisa muncul di mana saja di mulut, termasuk dalam pipi, gusi, lidah, bibir dan rongga mulut. Penyebab utama sariawan jamur Candida Albicans, yang terdapat dalam mulut dalam jumlah kecil dan pertumbuhan yang tidak terkendali. 

BACA JUGA:Sering Buang Air Kecil Malam Hari, Kurangi Kafein dan Alkohol, Hindari Pemanis Buatan

Namun kamu harus tahu, sariawan bisa disebabkan sejumlah faktor lain seperti cedera, infeksi atau alergi dan bisa sembuh dalam waktu 7 - 14 hari. Tapi hati-hati kalau sariawan tidak kunjung sembuh setelah lebih dari tiga atau empat minggu. 

Apalagi jika kamu punya kebiasaan merokok, minum alkohol atau tidak menjaga kebersihan mulut dengan baik. Sariawan bisa jadi gejala awal kanker mulut. Meski tidak terlalu terdengar, kanker mulut merupakan kanker keenam yang paling umum terjadi di dunia.

BACA JUGA:KUR BRI 2023, Pinjaman Rp 50 Juta Cicilan Rendah hanya 1.083.333 per Bulan, Cocok untuk Pengembangan Usaha

World Health Organization (WHO) mencatat kanker bibir dan mulut adalah salah satu dari 15 kanker paling umum di dunia, menewaskan hampir 180.000 orang setiap tahunnya. Kanker mulut memiliki beberapa gejala yang harus diwaspadai.

Diantaranya sariawan yang tak kunjung sembuh, ada perubahan warna seperti bintik putih atau merah pada mukosa mulut. Kemudian munculnya benjolan yang tidak biasa, pembengkakan kelenjar getah bening,  gigi goyang tanpa sebab, pendarahan tidak normal, kesulitan mengunyah, menelan hingga kekakuan lidah.

BACA JUGA:Nah ! Daun Beringin Berguna untuk Atasi Gangguan ‘Makhluk Tak Kasat’ Mata pada Anak

Kanker mulut merupakan kanker dengan prognosis yang buruk, dengan tingkat kelangsungan hidup 50 - 63 persen dalam lima tahun setelah terdiagnosis. Oleh karena itu, pencegahan dan deteksi dini sangat penting dilakukan secara rutin. 

Jika slogan kanker payudara adalah SADARI, atau perikSA payuDAra sendiRI, maka gerakan deteksi dini kanker mulut adalah SAMURI, yakni perikSA MUlut sendiRI. Deteksi dini ini dilakukan dengan rutin memeriksa kondisi mulut menggunakan cermin. 

BACA JUGA:Bersihkan Energi Negatif Dalam Jiwa dengan Puasa Weton, Apa Saja Manfaatnya? Simak di Sini

Basuhlah tangan kamu kemudian periksalah bibir, bibir bagian dalam atas dan bawah, gusi atas dan bawah, pipi dalam kanan dan kiri, lidah atas dan bawah, lidah samping kanan dan kiri, langit-langit mulut. Periksa juga kelincahan lidah, kekakuan lidah dan pergerakan lidah. SAMURI bisa dilakukan minimal sebulan sekali.

Selain SAMURI, hindari kebiasaan yang dapat menyebabkan kanker mulut, seperti merokok, minum alkohol, pola makan yang buruk dan tidak menjaga kebersihan mulut.

BACA JUGA:Kolaborasi BPJS Kesehatan Menghasilkan Perubahan Positif dalam Pelayanan JKN

Kategori :