Janur Kuning yang Ternyata Tidak Hanya Sekadar Penanda, Berikut Maknanya

Sabtu 13-04-2024,14:13 WIB
Reporter : Hendri Saputra
Editor : Heri Aprizal

Pada upacara perkawinan adat Jawa, kembar mayang ini dipakai sejak prosesi midodareni sampai prosesi panggih.

Dimana hiasan dekoratif ini menjadi simbol penyatuan 2 individu di dalam kehidupan rumah tangga.

Sementara warna keputih-putihan yang ada pada janur adalah simbol doa agar cinta dan kasih sayang di antara mempelai senantiasa selalu muda.

BACA JUGA:Rojok Sayak Hingga Pawai Kendaraan Hias, Berikut 5 Tradisi Unik dan Seru Malam Takbiran

Selain itu, ada juga yang membentuk janur kuning dengan teknik gembung.

Yaitu teknik baru yang mengkreasikan bentuk janur lebih besar pada bagian bawah, yang makin ke atas semakin mengecil.

Adapun teknik tersebut adalah simbolisasi penyembahan diri terhadap Tuhan.

Sedangkan untuk masyarakat Sunda, janur ini biasa dipakai sebagai pembungkus makanan.

BACA JUGA:Tradisi Malam Nujuh Likur di Penghujung Bulan Ramadan di Indonesia

Dikarenakan janur mempunyai sifat yang kuat dan juga tahan panas.

Selain itu, janur juga menciptakan aroma tersendiri yang membuat makanan terasa lebih menggugah selera.

Pada masyarakat Bali, rangkaian janur yang disebut penjor ini lebih dominan dipakai sebagai alat di dalam upacara adat. 

Dimana Penjor biasanya dirangkai di dalam berbagai bentuk yang umumnya berupa umbul-umbul.

BACA JUGA:Menu Tradisional untuk Lebaran Wajib Kamu Coba: Pilihan Menu Lezat Rayakan Hari Raya

Adapun umbul-umbul ini diikat pada sebuah bambu panjang dan dipasang di tepi jalan. 

Yang mana sebagai simbol ungkapan syukur atas anugerah Tuhan.

Kategori :