Dan beliau berkata "Ya Allah engkaulah yang menjadi saksi dan hakim antara kami dan mereka.
Kami telah mengajak mereka untuk menjadi penolong kami, tetapi justru membantai kami".
Selanjutnya Imam Hussein mencabut anak panah di leher putra bungsunya itu.
Seketika tangan Imam Hussein pun berlumuran dengan darah.
Dengan kedua telapak tangannya yang berlumur darah Imam Hussein menengadah ke langit dan sambil berkata "semua kesulitan yang kami hadapi ialah kehendak Allah SWT".
BACA JUGA:Kisah Keistimewaan Batu Tempat Kepala Imam Hussein bin Ali, Cucu Rasulullah SAW
Berdasarkan dari riwayat Imam Baqir mengatakan kalau tetesan dari darah bayi Ali Ashghar ini, setetes pun tidak ada yang jatuh ke tanah.
Kemudian Imam Hussein membawa Jasad Ali Ashghar ini ke dalam kemah dan menguburkannya.
Kemudian dia kembali ke medan perang untuk menghadapi para pasukan musuh.
Pada sebagian besar dari kaum Syiah memiliki keyakinan bahwa Abdullah bin Hussein itu bernama Bab al Hawaij.
BACA JUGA:Sejarah Asal-usul Api Ada di Dunia dan Kisah Malaikat Jibril
Yang memiliki arti pintu permohonan hajat, oleh karena itu hal ini menunjukkan bahwa di dalam keyakinan mereka.
Meskipun Ali Ashghar ini meninggal di usia muda akan tetapi disisi Allah SWT derajatnya sangat tinggi.
Nah itulah tadi kisah Ali Ashghar putra Imam Hussein, bayi yang syahid pada peristiwa Karbala, semoga informasi bermanfaat.