Sejarah Makam Inggris di Jitra Bengkulu, Mulai dari Tragedi dan Peperangan

Selasa 07-05-2024,15:54 WIB
Reporter : Hendri Saputra
Editor : Heri Aprizal

Dimana hanya tersisa 53 makam saja dan lahan makam ini sebagian sudah dibangun gereja dan bangunan lain seperti rumah tinggal.

Namun pada saat ini makam Inggris ini tampilannya berbeda. 

Terdapat gapura putih di pintu masuknya dan lahan pemakaman telah ditumbuhi rumput hijau. 

BACA JUGA:Cerita Dusun Hilang, Desa Legetang di Jawa Tengah yang Mirip dengan Kisah Kaum Nabi Luth

BACA JUGA:Janji Setia Dilanggar dan Berakhir tragis, Kisah Legenda Siamang Putih di Sumatera Barat

Untuk nisan yang masih ada hanya tinggal sedikit dan ada jarak  cukup besar antar nisan.

Kondisi makam-makam pada saat ini telah banyak yang rusak dikarenakan telah dimakan usia namun tulisan yang terdapat di batu nisan masih bisa terbaca.

Diketahui Gubernur Jenderal kolonial Inggris Thomas Stamford Raffles ini datang ke Bengkulu disertai istri keduanya Sophia Hull.

Dan beserta ke 5 anaknya, karena buruknya sanitasi pada masa itu sehingga menyebabkan 4 anaknya wafat di dalam usia balita.

BACA JUGA:Bermula dari Sepasang Kekasih Melompat ke Kawah Gunung, Ini Kisah Asal Usul Danau Maninjau Sumatera Barat

BACA JUGA:Kisah Pernikahan Sedarah (Inses) Paling Aneh di dunia

Akan tetapi sayangnya, nisan anak-anak Raffles ini tidak terlacak lagi.

Salah satu makam yang tertua di pemakaman Inggris ini tercatat tahun 1775.

Nah itulah tadi sejarah Pemakaman Inggris di Bengkulu, semoga bermanfaat.

Kategori :