Pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan komponen-komponen pelengkap saat mengganti timing belt agar kinerjanya lebih maksimal lagi.
Alat pelengkap timing belt atau timing chain adalah tensioner.
Letak timing chain lebih menjorok dari tali kipas, bersebelahan dengan camshaft dan memang sulit dilihat secara langsung.
Letaknya di dalam mesin hingga pemilik kendaraan terkadang tidak tahu apa penyebab mobilnya sulit dioperasikan.
Anda pun wajib melakukan pengecekan secara berkala agar kinerja timing chain lebih maksimal.
BACA JUGA:Harga Terjangkau dan Kualitas Baik, Ini 5 Mobil Bekas Layak Dibeli di Tahun 2024
BACA JUGA:Rekomendasi Mobil Bekas 20 Jutaan: Cocok untuk Mahasiswa atau Pemula
Timing Belt Jangan Sampai Putus di Jalan
Timing belt terbuat dari karet khusus yang tahan lama dan tidak mudah rusak.
Namun, timing belt mobil bukan berarti bisa dipakai selamanya.
Pemilik mobil, baik itu mobil diesel dan bensin wajib waspada timing belt jangan sampai putus di jalan.
Kalau sampai terjadi timing belt putus di jalan, maka kerusakan parah akan menanti.
"Ya, umumnya umur pemakaian timing belt efektif itu maksimal 80.000 kilometer," kata Mas Agus, mekanik di Bengkel Ternama Kota Bengkulu.
BACA JUGA:Pilihan Cerdas! 5 Mobil Bekas Keluarga Terbaik Harga 50 Jutaan, Rekomendasi 2024
BACA JUGA:Beli Mobil Bekas Tapi Bingung Cara Merawatnya? Tak Perlu Khawatir, Lakukan Saja 7 Tips Ini
Ketika umur pemakaian sudah 80.000 kilometer, maka timing belt biasa mulai retak halus pada permukaan karet.