Gubernur Bengkulu akan fokus pada anak-anak SMA dan SMK, sementara Pemkab Rejang Lebong akan menangani siswa SD dan SMP.
Bupati Fikri menekankan pentingnya pendataan yang akurat terkait jumlah anak yatim piatu di daerah tersebut.
"Kita harus memastikan bahwa anak-anak yang membutuhkan benar-benar mendapatkan bantuan. Ini bukan hanya tentang memberikan bantuan materi, tetapi juga menciptakan kepedulian bersama di lingkungan kita," jelas Bupati M.Fikri.
BACA JUGA:Pola Makan Bergizi: Jenis Asupan untuk Menambah Berat Badan Janin Secara Sehat
BACA JUGA:Role Play Seru! Main Bareng Anak Sambil Tanamkan Nilai Kebaikan
Di sektor pertanian, Pemkab Rejang Lebong berencana untuk mencetak 1.500 hektare sawah baru dan merehabilitasi sistem irigasi guna meningkatkan produktivitas pertanian serta ketahanan pangan daerah.
Kepala Bappeda Rejang Lebong, Khirdes Lapendo Pasju, S.STP, M.Si, melaporkan bahwa berbagai program 100 hari Bupati telah menunjukkan perkembangan signifikan.
Salah satunya adalah rehabilitasi penerangan jalan umum yang kini sudah masuk dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP).
Proses pelelangan untuk proyek rehabilitasi Jalan Sukawati juga sedang dalam tahap persiapan dokumen.
Kebijakan pembebasan biaya pendidikan untuk SD dan SMP telah dituangkan dalam Surat Edaran resmi, sementara kebijakan penggunaan kendaraan dinas bupati dan wakil bupati untuk keperluan pernikahan masyarakat pada hari libur juga telah dikoordinasikan.
Terkait program orang tua asuh bagi anak yatim piatu, Pemkab Rejang Lebong telah mendata total 1.196 anak yatim yang tersebar di 15 kecamatan.
Sebanyak 448 anak akan mendapatkan bantuan melalui skema orang tua asuh yang melibatkan pejabat daerah.
BACA JUGA:Pola Makan Bergizi: Jenis Asupan untuk Menambah Berat Badan Janin Secara Sehat
BACA JUGA:Rayakan Hari Perempuan Sedunia 2025, PERMAMPU Dorong Aksi Inklusif untuk Kesetaraan Gender
Selain itu, Pemkab Rejang Lebong juga tengah menunggu respon dari PLN untuk MoU terkait kerja sama kelistrikan, serta berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) untuk pengembangan destinasi wisata baru.
Dalam waktu dekat, Gubernur Bengkulu akan melakukan Safari Ramadhan di Kabupaten Rejang Lebong pada 18 Maret.