Ancaman tambahan tarif sebesar 50 persen ini menambah ketidakpastian dalam hubungan dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.
BACA JUGA:Gubernur Bengkulu Tawarkan Rumah Dinas Sebagai Tempat Berlindung Korban Kebakaran
Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh China dan Amerika Serikat, tetapi juga oleh pasar global yang sudah mengalami gejolak akibat perang dagang yang berkepanjangan.
Para pelaku pasar dan ekonom memperingatkan bahwa eskalasi tarif ini dapat memperburuk situasi ekonomi global, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan.
Sementara itu, pemerintah China belum memberikan tanggapan resmi terhadap ancaman terbaru dari Trump ini.
Dunia kini menanti bagaimana kelanjutan konflik dagang ini dan apakah ada peluang bagi kedua negara untuk kembali ke meja perundingan.