Hadiah di puncak menjadi lambang hasil yang manis dari kerja keras.
Pelumas yang membuat batang licin melambangkan hambatan dan godaan yang harus diatasi bersama.
Setiap terjatuh dan mencoba lagi adalah cerminan sikap pantang menyerah yang diwariskan para pejuang kemerdekaan.
BACA JUGA:Ini Lokasi 7 Desa di Bengkulu Tengah yang Tolak Perpanjangan Izin HGU PT BRI
Kini, panjat pinang tak hanya menjadi lomba fisik, tetapi juga hiburan rakyat yang mempererat tali persaudaraan.
Baik di desa maupun kota, lomba ini selalu menarik perhatian penonton yang bersorak memberi semangat.
Bahkan di beberapa daerah, panjat pinang digelar dengan modifikasi kreatif, seperti panjat pinang di atas air atau lomba panjat pinang untuk anak-anak dengan batang lebih pendek.