HONDA

148 Desa di Mukomuko Siap Ikuti Lomba Sadesahe, DPMD Ungkap Persiapan dan Tantangan

148 Desa di Mukomuko Siap Ikuti Lomba Sadesahe, DPMD Ungkap Persiapan dan Tantangan

Kabid Pemerintahan Desa dan Kelurahan, Wagimin--Bayu/Rakyatbengkulu.com

MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mukomuko mengumumkan bahwa sebanyak 148 desa dan 3 kelurahan yang tersebar di 15 kecamatan siap berpartisipasi dalam lomba ketahanan pangan tingkat Provinsi Bengkulu dengan tema Satu Desa Satu Hektar (Sadesahe).

Hingga saat ini, seluruh desa yang ada di kabupaten tersebut telah resmi mendaftar untuk mengikuti lomba yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan tersebut. 

Meskipun demikian, ada beberapa tantangan terkait partisipasi kelurahan yang belum memastikan ikut serta.

Kepala DPMD Kabupaten Mukomuko, Ujang Selamet, S.Pd, melalui Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan, Wagimin menjelaskan bahwa sementara 148 desa sudah mendaftar, terdapat 3 kelurahan yang masih belum dapat dipastikan ikut serta dalam lomba. 

Hal ini disebabkan oleh kendala anggaran yang dihadapi kelurahan-kelurahan tersebut.

BACA JUGA:Detik-Detik Minibus Carry Terbakar di SPBU Km 6,5 Bengkulu, Warga Panik Berhamburan

BACA JUGA:Dugaan Korupsi Labkesda, Penyidik Sita 32 Dokumen dan 2 Ponsel dari Geledah Rumah Kadinkes Kota Bengkulu

"Tiga kelurahan ini belum bisa dipastikan ikut atau tidaknya dalam lomba ketahanan pangan tersebut. Menurut informasi, di tiga kelurahan tersebut masih terkendala dengan anggaran. Tetapi untuk 148 desa, semuanya sudah resmi mendaftar," ujar Wagimin pada Jumat 12 September 2025.

Lebih lanjut, Wagimin menambahkan bahwa meskipun ada beberapa kelurahan yang belum memastikan partisipasi, antusiasme desa-desa di Mukomuko untuk mengikuti lomba ini sangat tinggi. 

Ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan tingkat provinsi.

Setiap desa yang mengikuti lomba diharuskan untuk membayar biaya pendaftaran sebesar Rp3 juta kepada pihak ketiga selaku penyelenggara lomba. 

Biaya ini tidak hanya mencakup administrasi, tetapi juga akan digunakan untuk pembelian paket sarana produksi pertanian (Saprotan), yang meliputi kebutuhan utama dalam menanam jagung di lahan satu hektare serta tanaman cabai merah. 

BACA JUGA:Adhyaksa Mini Soccer 2025 Resmi Dibuka, 11 Tim Kejaksaan Bengkulu Adu Gengsi Rebut Piala Kajati

BACA JUGA:Pencarian Berakhir Duka, Korban Tenggelam Ditemukan Tak Bernyawa Tersangkut di Bawah Perahu

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait