Gas 3 Kg Langka di Lebong, Polisi Selidiki Dugaan Penimbunan

Jumat 31-10-2025,08:49 WIB
Reporter : Febi Elmasdito
Editor : Febi Elmasdito

RAKYATBENGKULU.COM - Masyarakat Kabupaten Lebong kembali dibuat resah akibat kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram yang telah berlangsung hampir tiga bulan terakhir. 

Situasi ini mendorong Polres Lebong melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah agen dan pangkalan penyalur untuk memastikan penyebab di balik krisis gas melon tersebut.

Dari hasil pemeriksaan awal, pihak kepolisian tidak menemukan adanya pengurangan jumlah pasokan dari agen resmi. 

Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhan, SH, SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Darmawel Saleh, SH, MH, mengungkapkan bahwa data sementara menunjukkan kuota gas untuk wilayah Lebong masih dalam batas normal.

“Dari hasil pemeriksaan awal, kuota gas untuk wilayah Lebong seharusnya mencukupi kebutuhan masyarakat. Tapi kenyataannya gas langka. Ini yang masih kami telusuri apakah ada penimbunan atau praktik curang dalam distribusi,” katanya dikutip KORANRB.ID.

BACA JUGA:Bengkulu Siap Cetak 1.500 Tenaga Magang Nasional, Disnakertrans Tancap Gas

BACA JUGA:Belajar dari Brigita Manohara dan Srinjoy Chowdhury, Seni Menjadi Jurnalis TV yang Profesional dan Autentik

Diketahui, distribusi gas dari Pertamina ke Lebong tetap sesuai jatah bulanan. 

Namun kenyataan di lapangan berbeda. 

Banyak warga mengaku sulit mendapatkan gas subsidi di pangkalan resmi. 

Di beberapa titik, harga eceran bahkan melonjak dua kali lipat dari harga eceran tertinggi (HET) Rp18.000 per tabung.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Muara Aman dan Pasar Tubei menunjukkan harga gas elpiji 3 kilogram kini menembus Rp35.000 per tabung. 

Kondisi ini membuat masyarakat terpaksa membeli dengan harga tinggi demi memenuhi kebutuhan dapur.

Seperti yang dialami Rina (34), warga Kecamatan Lebong Tengah.

BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Rutin Pantau SPBU, Pastikan Kualitas dan Layanan Sesuai Standar

Kategori :