Masih 14 Desa di Mukomuko Belum Ajukan Pencairan DD dan ADD Tahap Pertama 2026
Kabid Pemerintahan Desa dan Kelurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Mukomuko, Wagimin--
MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Hingga awal Maret 2026, masih terdapat 14 desa di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu yang belum mengajukan pencairan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap pertama Tahun Anggaran 2026.
Padahal, pemerintah pusat telah menetapkan arah penggunaan Dana Desa tahun 2026 agar semakin terukur dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan desa.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026.
Dari total 148 desa yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Mukomuko, sebagian besar desa sudah mengajukan permohonan pencairan dana desa tahap pertama.
BACA JUGA:Dishub Kota Bengkulu Imbau Warga Tidak Gunakan Mobil Bak Terbuka untuk Angkut Penumpang Saat Lebaran
BACA JUGA:BPBD Kota Bengkulu Siagakan 34 Personel TRC Jelang Libur Idul Fitri 2026
Kabid Pemerintahan Desa dan Kelurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Mukomuko, Wagimin, menyampaikan bahwa hingga saat ini tercatat sudah lebih dari seratus desa yang mengajukan pencairan dana desa.
"Sejauh ini tercatat sudah ada sekitar 134 desa yang sudah mengajukan berkas pencairan dana desa (DD) dan Alokasi dana desa (ADD) tahap pertama," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin 9 Maret 2026.
Ia menjelaskan, dari total 134 berkas pengajuan pencairan DD dan ADD tersebut, sebanyak 102 berkas sudah diserahkan ke Badan Keuangan Daerah (BKD) untuk diproses lebih lanjut.
Sementara itu, 32 berkas lainnya masih dalam proses verifikasi di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Mukomuko.
BACA JUGA:Posko Pengaduan THR 2026 di Mukomuko Resmi Dibuka, Pekerja Bisa Lapor Online
BACA JUGA:Drama 5 Gol di Mestalla, Valencia Tekuk 9 Pemain Alaves 3-2
Pemerintah daerah menargetkan seluruh desa sudah dapat mencairkan dana desa tahap pertama sebelum memasuki masa cuti bersama Idul Fitri.
"Kami ingin memastikan sebelum libur lebaran, seluruh desa sudah mencairkan dana tahap pertama. Namun faktanya, sampai awal Maret ini masih ada 14 desa yang belum mengajukan permohonan ke kami," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



