MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Menjelang akhir tahun 2025, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, kembali mengalami penurunan.
Kondisi ini terpantau dari data harga harian yang masuk ke Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko.
Berdasarkan data tersebut, harga tertinggi TBS kelapa sawit di sejumlah pabrik pengolahan yang beroperasi di Mukomuko turun hingga Rp35 per kilogram.
Saat ini, harga tertinggi berada di angka Rp2.970 per kilogram, dari sebelumnya Rp3.005 per kilogram. Sementara itu, harga terendah masih stagnan di Rp2.860 per kilogram.
BACA JUGA:141 SD dan 58 SMP di Mukomuko Terima IFP untuk Pembelajaran Digital
BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Siapkan Gazebo dan RTH Gratis, Tegaskan Tidak Ada Pungutan Liar di Kawasan Wisata
Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mastaman, menjelaskan bahwa data terbaru menunjukkan rentang harga TBS sawit saat ini berada pada kisaran tersebut.
“Beberapa hari lalu harga TBS sawit ini sempat naik hingga Rp3.005 per kilogram, namun hari ini kembali terkoreksi turun. Untuk periode kali ini, harga tertinggi Rp2.970 dan terendah Rp2.860 per kilogram,” ujarnya, Jumat 26 Desember 2025.
Ia menyebutkan, data harga tersebut merupakan hasil pemantauan langsung dari sejumlah pabrik pengolahan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kabupaten Mukomuko.
Menurut Hari Mastaman, penurunan harga TBS sawit tidak terlepas dari dinamika pasar global, fluktuasi permintaan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), serta kebijakan ekspor dan distribusi dalam negeri.
BACA JUGA:Resmi Teken Kontrak, Pelantikan 744 PPPK Paruh Waktu Kaur Digelar 29 Desember
Selain itu, kondisi kelebihan pasokan di pasaran juga menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga jual TBS di tingkat pabrik.
“Harga sawit sangat bergantung pada pasar dunia dan volume produksi. Ketika pasokan melimpah sementara permintaan melemah, otomatis harga akan terkoreksi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Dinas Pertanian Mukomuko terus melakukan pemantauan harga TBS secara rutin setiap hari. Pemantauan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan pihak perusahaan perkebunan serta para petani sawit di daerah ini.