BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memacu pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno sebagai salah satu pengungkit utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan target kapasitas hingga 1,5 juta penumpang per tahun, pembenahan infrastruktur bandara dinilai menjadi kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda.
Bandara Fatmawati Soekarno diproyeksikan menjadi simpul penting konektivitas udara yang mampu mendorong sektor pariwisata, perdagangan, hingga investasi di Provinsi Bengkulu.
Asisten II Pemerintah Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad Denni, menegaskan bahwa pengembangan bandara tidak semata berkaitan dengan layanan transportasi, melainkan bagian dari strategi besar membuka akses Bengkulu ke daerah lain, termasuk peluang menghadirkan penerbangan langsung berskala besar.
BACA JUGA:Seleksi Eselon II Mukomuko Rampung, Bupati Tunggu Persetujuan BKN
BACA JUGA:Malam Tahun Baru di Kota Bengkulu Dijaga Ketat, 747 Linmas Dikerahkan
Salah satu fokus utama yang tengah diperjuangkan Pemprov Bengkulu adalah pembukaan penerbangan langsung (direct flight), khususnya untuk melayani jamaah umrah. Menurut Denni, selama ini keterbatasan jadwal dan kapasitas pesawat menjadi kendala utama.
“Kami sedang mengupayakan koordinasi dengan biro perjalanan umrah agar jadwal keberangkatan bisa disatukan. Kalau penumpangnya terkonsentrasi, pesawat berbadan besar bisa terisi penuh dan penerbangan langsung sangat memungkinkan,” ujar Denni, Selasa 30 Desember 2025.
Untuk mendukung rencana tersebut, Pemprov Bengkulu juga mendorong peningkatan fasilitas Bandara Fatmawati Soekarno, sehingga mampu melayani pesawat berbadan lebar. Saat ini, proses revitalisasi terminal bandara masih terus berlangsung.
“Setelah terminal, tahap berikutnya adalah pembangunan garbarata dan perpanjangan runway. Ini penting agar bandara kita siap melayani pesawat dengan kapasitas lebih besar,” jelasnya.
BACA JUGA:Resmi Dipecat Per 24 Desember, ASN Kepahiang yang Injak Ayat Suci Lakukan Perlawanan Hukum
BACA JUGA:Bau Badan dan Ketiak Basah Mengganggu? Ganti ke B ERL GlutaShine untuk Hasil Maksimal
Meski demikian, Denni mengakui bahwa pengembangan bandara tidak terlepas dari berbagai tantangan, terutama terkait kajian ekonomi dari otoritas penerbangan. Selama ini, kajian tersebut kerap menitikberatkan pada jumlah penumpang dan keuntungan komersial jangka pendek.
“Sering kali kajiannya hanya melihat hitungan ekonomi sesaat. Secara komersial mungkin dianggap belum terlalu menguntungkan, padahal dampak jangka panjangnya sangat besar bagi daerah,” kata Denni.
Kendati menghadapi berbagai kendala, Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno.