MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan program Satu Guru Satu Laptop (Sagusala) kembali dilanjutkan.
Program yang merupakan inisiatif langsung Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko ini dinilai strategis untuk menunjang kinerja serta meningkatkan profesionalisme guru dalam proses pembelajaran.
Pada tahun sebelumnya, program Sagusala telah direalisasikan.
Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya menjangkau seluruh sekolah dan tenaga pendidik di Kabupaten Mukomuko, sehingga masih perlu dilanjutkan secara bertahap.
BACA JUGA:Pemkab Mukomuko Siapkan Pembangunan Perumahan Nelayan 2026, Ipuh dan Teramang Jaya Jadi Prioritas
BACA JUGA:All New Honda Vario 125 Datang dengan Gaya Street, Siap Jadi Favorit Anak Muda
Kepala Disdikbud Mukomuko, Arni Gusnita, S.Pd, MM menyampaikan bahwa program Sagusala tetap menjadi prioritas dan direncanakan berlanjut pada tahun anggaran 2026.
"Program Sagusala ini sebelumnya sudah disalurkan kepada sekolah-sekolah dan tenaga pendidik, tetapi memang belum menjangkau semua guru, sehingga perlu dilanjutkan agar pemerataannya tercapai,” ujarnya, Sabtu 24 Januari 2026.
Menurut Arni, program Sagusala tidak hanya sebatas pengadaan perangkat laptop, melainkan bagian dari upaya peningkatan kapasitas guru dalam penguasaan teknologi, khususnya menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
"Program Sagusala ini kami targetkan dapat kembali direalisasikan pada tahun 2026 ini, namun saat ini terkait jumlah dan waktunya kami masih tahap pembahasan," ungkapnya.
BACA JUGA:All New Honda Vario 125 Datang dengan Gaya Street, Siap Jadi Favorit Anak Muda
BACA JUGA:Prof. Evi Satispi Resmi Pimpin FORDEK FISIP PTMA Periode 2025–2027
Ia berharap, keberlanjutan program ini dapat mendorong guru lebih optimal memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran di sekolah.
"Kami berharap dengan kembali berlanjutnya program ini nantinya, kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi akan semakin meningkat, sehingga metode pengajaran menjadi lebih inovatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan siswa saat ini,” tutupnya.