MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Mukomuko menggelar pasar murah di halaman kantor dinas setempat, Selasa 3 Maret 2026.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pasar murah tersebut menjadi langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran.
Sejumlah komoditas dijual dengan harga di bawah pasaran, di antaranya beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, dan telur ayam ras.
BACA JUGA:Real Madrid Terpeleset di Bernabeu, Jarak dengan Barcelona Melebar Jadi Empat Poin
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop-UKM Kabupaten Mukomuko, Hutri Wahyudi, mengatakan pasar murah merupakan bagian dari program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang rutin dilaksanakan setiap tahun pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang wajar. Melalui pasar murah ini, pemerintah berupaya menekan potensi lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan jelang hari raya,” ujar Hutri.
Ia menambahkan, kegiatan ini melibatkan distributor dan pelaku usaha lokal yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga subsidi.
Disperindag juga bekerja sama dengan Bulog dan sejumlah produsen untuk memastikan pasokan tetap stabil selama Ramadhan.
BACA JUGA:Indonesia Masuk Grup B ASEAN Futsal 2026, Siap Pertahankan Takhta di Thailand
BACA JUGA:Jelang Lebaran, Pemkot Bengkulu Tetapkan HET Makanan dan Minuman di Kawasan Wisata
Selain menjaga stabilitas harga, pasar murah ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Sejak pagi hari, warga terlihat antusias memadati lokasi pasar murah untuk membeli kebutuhan rumah tangga dengan harga lebih hemat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Mukomuko. Tujuan akhirnya adalah menjaga kestabilan ekonomi masyarakat, terutama menjelang Idul Fitri,” tutupnya.