Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi dan harga bahan pokok di pasaran.
“Kami terus melakukan pengawasan secara rutin. Jika ditemukan praktik penimbunan atau permainan harga, tentu akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Selain melakukan pemantauan, Pemkab Kaur juga menyiapkan langkah antisipatif berupa operasi pasar murah jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan harga yang signifikan.
Program tersebut rencananya akan melibatkan distributor dan Bulog guna menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat, khususnya warga berpenghasilan rendah.
Berdasarkan data hingga akhir Februari, stok beras yang tersedia di gudang distributor dan mitra pemerintah diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama lebih dari dua bulan ke depan.
Sementara itu, pasokan minyak goreng dan gula pasir juga masih stabil dengan distribusi yang berjalan lancar dari agen ke pengecer.
BACA JUGA:Kejutan di Parc des Princes, AS Monaco Permalukan PSG dengan Skor Telak 3-1
BACA JUGA:Balas Dendam Sempurna di Molineux, Liverpool Depak Wolves dari Piala FA
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying karena dapat memicu kelangkaan sementara di pasaran.
"Tetap bijak dalam berbelanja, karena hal ini bisa mengakibatkan ketersediaan bahan pokok jadi menipis," tukasnya.(Prw)