Arus Mudik Bengkulu Tembus 2.000 Penumpang, Data Terminal Air Sebakul Meningkat

Rabu 18-03-2026,14:46 WIB
Reporter : Riko Dwi Apriansyah
Editor : Febi Elmasdito

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Pergerakan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah melalui jalur darat di Bengkulu terus meningkat. 

Data di Terminal Air Sebakul Kota Bengkulu mencatat jumlah penumpang sejak 11 hingga 17 Maret 2026 telah melampaui 2.000 orang.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Provinsi Bengkulu, Dinda, mengatakan pemantauan arus penumpang dilakukan setiap hari secara real time melalui sistem digital Terminal Operation Services System (TOSS).

“Monitoring data kedatangan dan keberangkatan kami lakukan setiap hari melalui layar TOSS atau Terminal Operation Services System yang tersedia di terminal, sehingga pergerakan penumpang bisa terpantau dengan baik,” ujar Dinda, Rabu 18 Maret 2026.

BACA JUGA:Jasa Raharja Bengkulu Ingatkan Bahaya Travel Ilegal Saat Mudik

BACA JUGA:Kronologi Warga Mukomuko Hilang Saat Cari Lokan di Sungai, Diduga Diterkam Buaya

Berdasarkan data, tren kenaikan penumpang terjadi secara bertahap. Pada 11 Maret tercatat sekitar 200 penumpang, meningkat menjadi 250 orang pada 12 Maret, lalu 360 orang pada 13 Maret, dan 400 orang pada 14 Maret.

Lonjakan tertinggi sementara terjadi pada 15 Maret dengan 470 penumpang, kemudian stabil di kisaran 400 penumpang pada 16 dan 17 Maret.

Selain jumlah penumpang, frekuensi keberangkatan armada juga meningkat. Dari rata-rata 16 bus per hari pada kondisi normal, kini bertambah menjadi sekitar 20 bus per hari menjelang puncak mudik.

Sementara itu, arus kedatangan bus dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa, juga mulai meningkat. Namun, data resmi terminal baru mencatat sekitar 10 armada per hari, meski estimasi riil di lapangan bisa mencapai lebih dari 20 armada.

BACA JUGA:Bengkulu Kian Dilirik, 88 Pemudik Gratis Tiba Lewat Program Kemenhub

BACA JUGA:Mudik Gratis Polda Bengkulu 2026, 44 Penumpang Diberangkatkan Pakai Bus DAMRI

Dinda menyebut kondisi tersebut menunjukkan masih ada pergerakan penumpang yang belum sepenuhnya tercatat dalam sistem.

“Memang ada kemungkinan sebagian armada yang datang belum seluruhnya tercatat dalam laporan. Artinya, mobilitas penumpang di lapangan bisa lebih tinggi dibandingkan data yang termonitor saat ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, puncak arus kedatangan pemudik sudah mulai terasa sejak 16 dan 17 Maret dan diperkirakan masih berlangsung.

Tags :
Kategori :

Terkait