Musim Kemarau Mulai, BPBD Mukomuko Imbau Warga Hemat Air

Jumat 27-03-2026,09:58 WIB
Reporter : Bayu Erisman Putra
Editor : Febi Elmasdito

MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air seiring masuknya periode musim kemarau.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau. 

Namun, kondisi tersebut belum berdampak signifikan di Kabupaten Mukomuko.

Hingga saat ini, cuaca di wilayah tersebut masih disertai hujan ringan yang turun secara berkala, sehingga ketersediaan air bersih masih relatif aman.

BACA JUGA:Resep Rujak Cingur Khas Surabaya, Perpaduan Rasa Unik yang Bikin Nagih

BACA JUGA:Tampil dengan 10 Pemain, Prancis Sukses Tumbangkan Brasil 2-1 di Laga Persahabatan

Meski demikian, BPBD Mukomuko tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan langkah antisipasi sejak dini, seperti menghemat air dan menyiapkan cadangan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Mukomuko, Ruri Irwandi, ST, mengatakan kondisi cuaca masih berpotensi berubah sewaktu-waktu.

“Walaupun saat ini musim kemarau sudah mulai, kondisi di Mukomuko belum terlalu berdampak karena masih ada hujan ringan. Namun kami tetap mengimbau masyarakat untuk bijak dalam penggunaan air dan jika memungkinkan menyiapkan penampungan air sebagai langkah antisipasi,” ujar Ruri, Jumat 27 Maret 2026.

Ia menjelaskan, jika musim kemarau berlangsung lebih panjang dan mulai berdampak pada ketersediaan air, pihaknya akan mengambil langkah sesuai prosedur.

Penanganan kondisi darurat, lanjutnya, dilakukan melalui tahapan yang melibatkan tim dan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, termasuk pemetaan wilayah terdampak kekeringan.

BACA JUGA:Turki Tekuk Romania 1-0, Selangkah Lagi Akhiri Penantian 24 Tahun ke Piala Dunia

BACA JUGA:25 Kasus Kebakaran di Kota Bengkulu Awal 2026, Didominasi Korsleting Listrik

“Jika kemarau berlangsung lebih lama dan menimbulkan dampak, tentu akan kami sikapi dengan peralatan yang tersedia. Namun penanganannya harus melalui proses, mulai dari kajian lapangan hingga penetapan langkah darurat oleh tim bersama OPD teknis,” jelasnya.

BPBD juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar penanganan potensi kekeringan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Tags :
Kategori :

Terkait