BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu mencatat lonjakan kasus penyakit pasca Lebaran 2026, didominasi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan gangguan pencernaan.
Peningkatan kasus ini terpantau di sejumlah fasilitas layanan kesehatan, seiring tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik dan momen Lebaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, mengatakan tren kenaikan ISPA sudah terjadi sejak sebelum hingga setelah Lebaran.
“ISPA memang menjadi penyakit yang paling dominan setelah Lebaran. Dari hasil pemantauan kami, ada beberapa kasus yang menunjukkan gejala awal menyerupai campak, seperti demam disertai ruam. Ini tentu perlu kewaspadaan lebih,” ujar Nelli, Kamis 2 April 2026.
BACA JUGA:Keterbatasan Armada, Damkar Mukomuko Dorong Penambahan Banwil
BACA JUGA:Target IKD Bengkulu 30 Persen di 2026, Dukcapil Tunggu Format Baru
Selain ISPA, Dinkes juga mencatat peningkatan kasus penyakit pencernaan yang dipicu pola makan tidak teratur selama Lebaran.
“Selain ISPA, penyakit pencernaan juga cukup banyak kami temukan. Ini berkaitan erat dengan pola makan masyarakat selama Lebaran yang cenderung berlebihan dan kurang terkontrol,” tambahnya.
Menurut Dinkes, perubahan pola aktivitas, konsumsi makanan tinggi lemak dan santan, serta intensitas interaksi masyarakat menjadi faktor utama meningkatnya kasus penyakit.
Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti batuk, pilek berkepanjangan, demam tinggi, atau gangguan pencernaan.
BACA JUGA:Arne Slot Sebut Mohamed Salah Legenda Hidup, Berharap Penutup Musim yang Manis
BACA JUGA:Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan
“Kami mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga daya tahan tubuh, mengatur pola makan, serta tidak mengabaikan gejala yang muncul. Deteksi dini sangat penting agar penyakit tidak berkembang menjadi lebih serius,” tutupnya.