Yogi mengaku tidak ada kendala selama mengerjakan soal UTBK dengan keterbatasan fisik yang dimiliki, namun sempat kesulitan menjawab beberapa soal UTBK pada bagian penalaran matematika.
BACA JUGA:Pembangunan Gudang Bulog di Mukomuko Batal, Pemkab Cari Lokasi Baru di Kawasan Pertanian
BACA JUGA:Pelindo Setor PBB Rp 1,6 Miliar ke Pemkot Bengkulu, Dorong PAD 2026
Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk melanjutkan pendidikan di Program Studi Teknologi Informasi Unej, bahkan pelajar asal Desa Kemuninglor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, itu memiliki cita-cita menjadi dosen IT, terinspirasi dari para dosen Unej.
Saat mengerjakan ujian dan berada di dalam ruangan transit bersama peserta lainnya, ia mengaku tidak minder dengan peserta lainnya yang memiliki fisik sempurna karena sebelumnya ia juga bersekolah di sekolah umum, yakni sekolah menengah kejuruan (SMK), bukan di sekolah luar biasa (SLB).
Tekadnya yang kuat untuk melanjutkan jenjang pendidikan di bangku kuliah juga dimotivasi oleh sejumlah dosen Unej yang aktif memotivasi generasi muda untuk mengejar cita-cita setinggi langit melalui media sosial (medsos).
Semangat membara untuk berkuliah juga ditunjukkan oleh peserta disabilitas daksa lainnya, Muhammad Derbian Dwi Putra yang merupakan pelajar dari Kecamatan Maesan di Kabupaten Bondowoso.
BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Targetkan Pasar Panorama Lebih Tertib dan Modern, PKL Akan Direlokasi
BACA JUGA:Gubernur Lantik Direktur Kepatuhan Bank Bengkulu, Dorong Kinerja Lebih Kompetitif
Lokasi ujian yang cukup jauh dari tempat tinggalnya atau di kabupaten tetangga, mengharuskan pelajar yang akrab disapa Derbian itu berangkat lebih pagi dibandingkan peserta yang berdomisili di Kabupaten Jember.
Usai menjalankan shalat subuh, alumni SMKN 1 Bondowoso itu dengan tekad kuat bersiap menuju kampus Universitas Jember dengan diantar ibunya menggunakan sepeda motor dan rela melawan rasa dingin sepanjang perjalanan sejauh 20 kilometer.
Derbian merasa percaya diri mampu mengerjakan dengan baik soal-soal UTBK yang dihadapi, sehingga berharap lolos menjadi mahasiswa di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unej.
Ketertarikannya pada dunia kepenulisan menjadi alasan utama untuk masuk di program studi tersebut, terlebih ia mengidolakan penulis novel Tere Liye dan Derbian pun bercita-cita menjadi sosok penulis hebat yang bisa menghasilkan banyak buku di masa depan.
BACA JUGA:BNNP Bengkulu Tangkap Dua Residivis Narkotika, Barang Bukti Sabu Dimusnahkan
Derbian memberikan ucapan motivasi bagi peserta penyandang disabilitas lainnya yang harus bersaing dengan ratusan ribu peserta SNBT se-Indonesia untuk tetap semangat dan terus berusaha keras agar bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN), sesuai cita-citanya.