Apabila status UGGp berhasil diraih, peluang ekonomi masyarakat diperkirakan semakin terbuka. Nelayan dapat mengembangkan wisata bahari, kelompok perempuan memperluas usaha kuliner, sementara pemuda berpeluang menjadi pemandu wisata. Pelaku UMKM juga memiliki kesempatan memperluas pemasaran produk khas Natuna.
BACA JUGA:Musim Tanam Ketiga Dimulai, Dinas Pertanian Pastikan Stok Pestisida di Mukomuko Aman
BACA JUGA:Pertama di Indonesia, Bengkulu Bentuk Kelurahan Binaan Imigrasi untuk Cegah TPPO dan PMI Ilegal
Manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan pelaku wisata. Sektor transportasi, penginapan, restoran, jasa perjalanan, hingga industri kreatif turut memperoleh dampak dari meningkatnya kunjungan wisatawan. Perputaran ekonomi yang lebih luas diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat di wilayah perbatasan tersebut.
Untuk memperkuat pengelolaan geopark, BPGN Natuna juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga melalui nota kesepahaman. Mitra tersebut meliputi sektor perhotelan, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, KPHP, cabang dinas perikanan, PLN Natuna, serta LPP RRI Ranai.
Kolaborasi lintas sektor tersebut dilakukan untuk memperkuat layanan wisata, menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung, serta memperluas promosi dan edukasi mengenai geopark. Kerja sama itu menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan kawasan yang berkelanjutan dan bermanfaat.