Sebaliknya, pekerja paruh waktu perempuan turun 4,01 persen poin.
Apa Arti Data Ini bagi Pasar Kerja Bengkulu?
Data BPS menunjukkan kondisi jam kerja pekerja perempuan perlu mendapat perhatian.
Tingkat setengah pengangguran perempuan justru meningkat.
Pada saat yang sama, proporsi pekerja paruh waktu perempuan masih jauh lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Kondisi tersebut menggambarkan adanya perbedaan pola keterlibatan pekerja berdasarkan jenis kelamin.
Jam kerja yang lebih rendah tidak selalu berarti kondisi pekerjaan buruk.
Namun, pada kelompok setengah pengangguran, pekerja masih mencari atau bersedia menerima pekerjaan tambahan.
Karena itu, data tersebut dapat menjadi indikator adanya kebutuhan tambahan pekerjaan.
Pemerintah dan pemangku kepentingan perlu melihat persoalan ini secara lebih spesifik.
Pengembangan pekerjaan fleksibel dan peningkatan kesempatan kerja produktif dapat menjadi salah satu perhatian.
Terutama bagi kelompok perempuan yang masih menghadapi keterbatasan dalam pasar kerja.