Bagaimana kotoran sapi bisa menghemat biaya pupuk?
Integrasi tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pakan.
Kotoran sapi yang selama ini dianggap limbah dapat diolah menjadi pupuk organik.
Pupuk tersebut kemudian dapat dimanfaatkan untuk membantu menyuburkan tanaman sawit.
BACA JUGA:Pagi Hari, Udara Bengkulu Bisa Sangat Tidak Sehat, BMKG Ungkap Dugaan Asal Asap
BACA JUGA:Impor Bengkulu Nol, Neraca Dagang Juli 2026 Melonjak 251,97 Persen
Dengan pola itu, limbah peternakan masuk kembali ke sistem produksi perkebunan.
“Pupuk dari ternak untuk sawit, sawit sediakan pakan untuk ternak. Ada hubungan yang menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Hari.
Pemanfaatan pupuk organik juga berpotensi mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.
Pengeluaran untuk kebutuhan produksi dapat ditekan ketika sebagian kebutuhan pupuk berasal dari usaha ternak sendiri.
Apa keuntungan integrasi sapi dan sawit bagi petani?
Dinas Pertanian menilai integrasi memberikan sejumlah keuntungan dalam satu sistem usaha.
Pertama, petani mendapatkan sumber pendapatan tambahan dari peternakan sapi.
Kedua, petani dapat memanfaatkan lahan sawit sebagai sumber pakan ternak.
Ketiga, kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik.
Keempat, biaya produksi berpotensi lebih rendah karena sebagian kebutuhan pakan dan pupuk tersedia di kebun.