Data tersebut menunjukkan ISPA bukan hanya menjadi masalah kesehatan pada anak-anak.
Orang dewasa justru menjadi kelompok dengan jumlah kasus paling tinggi selama periode tersebut.
Mengapa kasus ISPA masih tinggi di Mukomuko?
Hamdan mengatakan kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang dapat memicu meningkatnya kasus ISPA.
Perubahan cuaca berlangsung tidak menentu. Hujan, panas terik, dan angin kencang dapat terjadi bergantian.
BACA JUGA:Berendo Maggot Tanah Patah Jadi Percontohan, Pemkot Bengkulu Bidik Semua Kelurahan
BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Gandeng SPPG, Sampah Organik Bakal Diubah Jadi Pakan Maggot
Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi daya tahan tubuh masyarakat.
Karena itu, Dinkes Mukomuko mengajak masyarakat memperkuat pencegahan sejak dari lingkungan keluarga.
Masyarakat diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara konsisten.
Bagaimana cara mencegah ISPA?
Pencegahan dapat dimulai dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
Kebiasaan tersebut penting dilakukan sebelum makan dan setelah beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat juga diminta menutup mulut serta hidung ketika batuk atau bersin.
Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum bersih.
Daya tahan tubuh juga perlu dijaga dengan makanan bergizi seimbang.