Kemandirian pangan tidak berarti menutup diri dari perdagangan internasional, melainkan membangun kemampuan produksi dan sistem distribusi nasional yang tangguh sehingga masyarakat tidak mudah terdampak gejolak pasokan maupun harga global.
Bangsa yang kuat bukan semata bangsa yang memiliki cadangan pangan melimpah, melainkan bangsa yang mampu memastikan hasil pembangunan menjangkau setiap rumah tangga.
Perang melawan kelaparan pada akhirnya merupakan perjuangan menghadirkan keadilan, menjaga martabat manusia, dan melindungi masa depan Indonesia.
Sebab, kemerdekaan akan memiliki makna yang lebih utuh ketika tidak ada lagi warga negara yang harus menghadapi hari esok dengan kecemasan apakah keluarganya dapat memperoleh makanan yang layak.
*) Entang Sastraatmadja adalah Anggota Dewan Pakar Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI).