Melalui program 2027, jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 14 desa.
Penambahan satu desa di Dapil III menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan kesiapsiagaan masyarakat.
Namun, keberadaan Destana bukan sekadar penetapan status atau pemberian label kepada desa.
Lebih dari itu, masyarakat harus memiliki kemampuan menghadapi berbagai potensi ancaman bencana.
Mulai dari mengenali risiko, menyiapkan langkah antisipasi, melakukan penyelamatan awal hingga memulihkan kondisi setelah bencana.
"Intinya masyarakat di desa itu tidak hanya menunggu bantuan. Mereka punya pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan penyelamatan awal, itu yang paling penting," jelasnya.
Karena itu, pembentukan Destana perlu diikuti peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat.
Warga diharapkan memahami tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.
BACA JUGA:Massa Desa Lemeu Geruduk Kantor Dinas PMD Lebong, Protes Hasil Seleksi Calon Kades
BACA JUGA:INFO GRAFIK: Membangun Ekonomi dengan BUM Desa
Kemampuan tersebut penting, terutama ketika bantuan dari pemerintah atau petugas belum tiba di lokasi.
Apa Fungsi Desa Tangguh Bencana?
Desa Tangguh Bencana merupakan upaya memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana di wilayahnya.
Melalui program ini, masyarakat didorong mengenali ancaman yang berpotensi terjadi di lingkungan masing-masing.
Warga juga diharapkan mengetahui jalur evakuasi dan langkah penyelamatan ketika kondisi darurat muncul.
Selain itu, koordinasi antarpihak menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program Destana.