Ruri mengatakan keberadaan Destana dapat memperkuat hubungan koordinasi antara masyarakat, pemerintah desa, kecamatan hingga BPBD.
Dengan koordinasi yang baik, informasi kejadian bencana dari lapangan dapat diteruskan lebih cepat.
Hal tersebut juga membantu mempercepat respons penanganan darurat.
Ketika masyarakat memiliki pengetahuan dasar kebencanaan, proses penyelamatan awal diharapkan berjalan lebih efektif.
BPBD Mukomuko Targetkan Risiko Korban Bencana Berkurang
Ruri berharap penambahan Destana pada 2027 dapat memperkuat budaya sadar bencana di Kabupaten Mukomuko.
Menurutnya, kesiapsiagaan tidak seharusnya hanya muncul ketika bencana terjadi.
Masyarakat perlu membangun kebiasaan menjaga keselamatan melalui langkah antisipasi sejak dini.
Dengan demikian, warga memiliki kesiapan menghadapi ancaman bencana di lingkungan masing-masing.
Tujuan akhirnya adalah menekan risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana.
"Tujuan utamanya menekan risiko korban dan kerugian. Harapan kami kesiapsiagaan ini bukan cuma program pemerintah, tapi jadi kebiasaan warga untuk menjaga keselamatan bersama," tutupnya.
BACA JUGA:Mukomuko Kejar Pembangunan GOR, Target Terealisasi 2027
BACA JUGA:ASN Mukomuko Dilarang Live TikTok Saat Jam Kerja
Penambahan satu Destana di Dapil III menjadi salah satu agenda BPBD Mukomuko pada 2027.
Meski desa sasaran belum ditentukan, pemerintah daerah akan mempertimbangkan tingkat kerawanan sebagai dasar penetapan.
Dengan bertambahnya desa tangguh bencana, masyarakat diharapkan semakin siap menghadapi kondisi darurat.