Kabut Asap Menguatkan Ancaman ISPA
Asap yang masuk ke permukiman menimbulkan kekhawatiran karena setiap tarikan napas berpotensi membawa partikel yang dapat mengganggu saluran pernapasan.--ANTARA
Kabut asap pada akhirnya bukan hanya persoalan pandangan yang terbatas atau langit yang berubah kelabu. Di baliknya terdapat ancaman terhadap kesehatan yang menyentuh aktivitas sehari-hari warga, sehingga perlindungan masyarakat dan pengendalian karhutla harus berjalan beriringan.
Kelompok Rentan
Kabut asap perlahan menyusup ke ruang-ruang aktivitas warga. Jalanan, permukiman hingga lingkungan sekolah erpapar asap, membuat masyarakat harus kembali berhati-hati setiap kali menghirup udara dan mempertimbangkan ulang aktivitas di luar rumah.
Bagi sebagian orang, asap mungkin hanya terasa sebagai perih di mata atau tenggorokan yang mulai gatal. Namun bagi kelompok rentan, paparan tersebut dapat menjadi persoalan lebih serius karena berisiko memicu gangguan pernapasan dan memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada.
Ancaman tersebut semakin nyata seiring kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Asap yang dihasilkan tidak hanya mengaburkan pandangan, tetapi juga membawa risiko terhadap kesehatan masyarakat, terutama gangguan pada saluran pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Diauddin mengatakan masyarakat perlu memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan ketika kabut asap mulai mempengaruhi kualitas udara.
BACA JUGA:INFO GRAFIK: Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan untuk Daerah Terpencil
BACA JUGA:INFO GRAFIK: Menyiapkan Manajer Kopdes Merah Putih Profesional
Kelompok rentan ini meliputi bayi dan balita, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia dan penyandang disabilitas
Perlindungan terhadap kelompok tersebut tidak dapat hanya mengandalkan kesadaran masing-masing keluarga.
Dinkes Kalsel menggerakkan puskesmas bersama pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, kader kesehatan serta masyarakat untuk memantau kondisi kelompok rentan di wilayah terdampak kabut asap.
Pemantauan juga dilakukan dengan memperkuat surveilans terhadap penyakit yang berpotensi meningkat akibat paparan asap, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, asma, iritasi mata dan gangguan kesehatan lainnya.
"Petugas bahkan melakukan kunjungan langsung dari rumah ke rumah untuk menemukan warga yang membutuhkan pertolongan lebih cepat,'" kata Diauddin.
BACA JUGA:INFO GRAFIK: Rumah Layak Bagi 10.000 Siswa Sekolah Rakyat
BACA JUGA:INFO GRAFIK: Belanja Daring Lebih Aman UMKM Makin Mapan
Untuk mengantisipasi penurunan kualitas udara serta peningkatan gangguan kesehatan perlu dilakukan langkah-langkah antisipatif secara terpadu untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



