HONDA

Data Terbaru: Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Mukomuko Menurun pada Oktober 2025

Data Terbaru: Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Mukomuko Menurun pada Oktober 2025

Kabid Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mukomuko, Hamdan--Bayu/Rakyatbengkulu.com

MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, kembali mengungkapkan data terbaru mengenai kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di wilayah tersebut. 

Berdasarkan laporan Dinkes Mukomuko, jumlah kasus gigitan HPR di bulan Oktober 2025 mengalami penurunan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, September 2025.

Pada bulan Oktober, tercatat sebanyak 11 kasus gigitan HPR, sementara pada bulan September jumlahnya mencapai 20 kasus. 

Penurunan ini menjadi kabar baik, namun pihak berwenang tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan.

BACA JUGA:Belanja Pegawai di Kota Bengkulu Masih 59 Persen, Ini Langkah Pemkot untuk Turunkan Proporsi

BACA JUGA:Polisi Ringkus Pelaku Hipnotis yang Rugikan Mahasiswi Bengkulu hingga Puluhan Juta, Pelaku Beraksi di Mall

Kabid Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mukomuko, Hamdan, menjelaskan bahwa meskipun kasus gigitan HPR mengalami penurunan pada bulan Oktober, total kasus dari Januari hingga Oktober 2025 telah mencapai 160 kasus.

"Dari 160 kasus gigitan HPR berdasarkan data yang masuk dari Januari hingga Oktober 2025, kasus tertinggi terjadi pada bulan Juli dengan 31 kasus, sementara kasus terendah tercatat pada bulan Maret dengan hanya 9 kasus," ujar Hamdan saat dihubungi pada Jumat, 21 November 2025.

Semua korban gigitan HPR telah mendapatkan penanganan medis yang diperlukan, termasuk pencucian luka dan pemberian vaksin antirabies (VAR) oleh tenaga medis di fasilitas kesehatan setempat. 

Hamdan mengingatkan bahwa penanganan cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah penyebaran rabies.

BACA JUGA:121 CJH Bengkulu Selatan Tertunda Berangkat Akibat Aturan Baru Kuota Haji Nasional

BACA JUGA:Pemerintah Kebut Pembangunan Jalan, Bupati Bengkulu Tengah Ingatkan Larangan Truk Over Tonase

"Karena tindakan cepat sangat krusial. Apabila lambat ditangani, risiko kondisi memburuk akan meningkat secara signifikan. Setelah virus rabies mencapai sistem saraf pusat, intervensi medis tidak lagi efektif," kata Hamdan.

Bagi masyarakat yang mengalami gigitan hewan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencuci luka dengan sabun menggunakan air mengalir selama minimal 15 menit, kemudian mengaplikasikan antiseptik dan segera menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksinasi rabies.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: