HONDA

25 Kepala Daerah Terpilih Ikuti Pendidikan Khusus Lemhannas dan NUS Singapura, Mendagri Ucapkan Selamat

25 Kepala Daerah Terpilih Ikuti Pendidikan Khusus Lemhannas dan NUS Singapura, Mendagri Ucapkan Selamat

25 Kepala Daerah Terpilih Ikuti Pendidikan Khusus Lemhannas dan NUS Singapura, Mendagri Ucapkan Selamat--Ist/Rakyatbengkulu.com

RAKYATBENGKULU.COM - Sebanyak 25 kepala daerah terpilih dari seluruh Indonesia mendapat kesempatan istimewa mengikuti pendidikan strategis di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dan National University of Singapore (NUS). 

Program elit ini disebut sebagai ajang langka untuk membentuk pemimpin daerah yang visioner, berwawasan global dan tangguh menghadapi tantangan pemerintahan modern.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan, program ini merupakan momentum penting bagi para bupati dan wali kota terpilih untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan. 

Hanya 25 orang dari 514 kepala daerah di seluruh Indonesia yang dinyatakan lolos seleksi ketat untuk mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) tersebut.

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Melanda Bengkulu, BPBD Tetapkan Status Siaga Penuh

BACA JUGA:Kajati Bengkulu Turun Langsung Cek Sitaan, Pastikan Barang Bukti Korupsi Tambang Rp500 Miliar Aman dan Lengkap

“Ini kesempatan langka, karena bapak/ibu terpilih dari 514 kepala daerah. Selain ditempa di Lemhanas, 25 kepala daerah akan melanjutkan pendidikan di NUS Singapura,” ujar Mendagri saat pembukaan KPPD di kantor Lemhannas Jakarta.

Selama di Singapura, para peserta akan menimba ilmu di Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP), lembaga pendidikan bergengsi di bawah NUS yang dikenal mencetak banyak tokoh pemimpin di kawasan Asia.

Menurut Tito, mereka akan berinteraksi langsung dengan tokoh-tokoh berpengaruh Singapura yang akan berbagi pengalaman tentang strategi negara kecil itu membangun diri menjadi salah satu pusat ekonomi dunia meski dengan keterbatasan sumber daya alam.

Sementara itu, Gubernur Lemhannas Prof. TB Ace Hasan Sadzily, M.Sc, menegaskan program ini merupakan bagian dari pembentukan karakter dan wawasan strategis bagi kepala daerah agar mampu berpikir lintas batas sektoral dan geopolitik.

BACA JUGA:Razia di Tempat Hiburan Malam, Satpol PP Mukomuko Temukan Satu Pekerja Panti Pijat Reaktif Syphilis

BACA JUGA:Dinas Perikanan Kota Bengkulu Punya Pemimpin Baru, Will Hopi Resmi Dilantik Jadi Kadis

Di Lemhanas peserta akan diberikan pembekalan tentang ketahanan nasional, ilmu pemerintahan, kondisi geopolitik dan lainnya.

Ia menegaskan, Lemhannas yang didirikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1965 ini memiliki misi untuk melahirkan kader-kader pemimpin bangsa yang tangguh, nasionalis, dan berorientasi masa depan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: