Islam dan Kemiskinan; Quo Vadis?
Islam dan Kemiskinan menjadi perhatian bersama. Syaiful Anwar mengemukakan, data BPS menunjukkan kemiskinan masih menjadi tantangan nasional. Dalam Islam, pengentasan kemiskinan menuntut sinergi pemerintah, masyarakat, zakat, infak, dan pembangunan ekonom--Screenshot/rakyatbengkulu.com
Diharapkan di masa depan, ada sinergitas antara pemerintah dan rakyat, terutama kaum Muslimin untuk memberantas “kemiskinan” ini.
BACA JUGA:Ketika Listrik Padam, Kepercayaan Publik Ikut Diuji
BACA JUGA:Pulau Enggano Bengkulu Menangis: Jangan Biarkan Saudara Kita Mati kelaparan
Pemerintah dengan program penjaminan sosialnya, sampai kapanpun tak akan kuat, bila tidak ada sinergitas antara pemerintah dan rakyat.
Sekarang pertanyaan adalah seberapa kuat penjaminan sosial mampu bertahan?
Pertahanan pemerintah harus ditopang dengan investasi agar memperoleh “pemasukan” untuk membiayai program penjaminan sosial itu.
Oleh karena itu, politik anggaran harus diarahkan pada penguatan Infrastruktur dasar.
Wujudnya adalah fasilitas fisik dan sistem esensial yang menopang kehidupan masyarakat dan roda perekonomian suatu wilayah.
Komponen utamanya meliputi jaringan jalan dan transportasi, penyediaan air bersih, saluran sanitasi/drainase, pasokan listrik, dan jaringan telekomunikasi.
Pembangunan infrastruktur dasar ini sangat vital untuk mendorong pemerataan ekonomi, menurunkan tingkat kemiskinan, serta memastikan akses layanan publik yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pembangunan pada infrastruktur dasar ini agar dapat mengungkit kegiatan ekonomi yang bermuara pada penciptaan lapangan pekerjaaan dan berdampak pada peningkatan pendapatan Masyarakat! Bila rakyat berpendapatan, maka kemiskinan akan lenyap!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


