HONDA

Mobil Ditarik Paksa, Sopir Travel Geruduk Leasing

Mobil Ditarik Paksa, Sopir Travel Geruduk Leasing

BENGKULU - Sekitar 50 sopir travel dari Ikatan Keluarga Travel Curup Bengkulu (IKTCB) menggeruduk kantor PT Sinar Mitra Sepadan (SMS) Finance yang berada di Jalan Mayjend Sutoyo Kelurahan Tanah Patah. Kedatangan anggota IKTCB Minggu (31/5) ini, memprotes tindakan debt collector yang menarik paksa mobil Suzuki APV milik Aprizal, warga Kabupaten Rejang Lebong. Penarikan paksa mobil milik korban ini berlangsung di Jalan Danau Kelurahan Dusun Besar, Minggu (31/5) jam 13.00 WIB.

Aprizal menceritakan, saat itu dia bersama bibinya berangkat dari Curup ke Bengkulu untuk mengambil uang. Uang itu rencananya akan digunakan untuk membayar kredit mobil yang menunggak selama lima bulan. Setibanya di Jalan Danau, tiba-tiba ada mobil dari belakang yang mempetnya. Dia terpaksa harus memberhentikan laju kendaraannya. "Biasanya saya bayar kredit lewat mini market. Tetapi karena uang saya kurang maka saya berupaya untuk mengabil uang dengan saudara di Bengkulu. Belum sempat membayar tunggakan, debt collector menyita paksa mobil,” jelasnya

Dia tidak bisa melawan saat mobil tersebut ditarik. Sebab ada delapan debt collector yang mencegatnya. Mereka kemudian merampas kunci mobil, kemudian Aprizal diminta naik di bangku belakang mobilnya. Debt collector itu kemudian membawa Aprizal ke kantor SMS Finance. “Saat penarikan, mereka tidak ada menunjukkan identitasnya ataupun surat tugas. Mereka mengambil seperi perampokan saja,” cerita Aprizal.

Setiba di kantor SMS Finance, ia diminta oleh debt collector yang menarik mobilnya itu, uang sebesar Rp 42 juta. Jika dibayar, maka mobilnya, bisa dibawa pulang. Sedangkan menurut Aprizal, uang tunggakan selama lima bulan hanya Rp 15 juta. “Dengan perundingang yang lama maka kita dapat kesepakatan, saya bayar 4 bulan dan uang satu juta untuk uang penarikan, dan mobil saya dapat di bawa pulang,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Dani rekan korban mengatakan dia bersama puluhan kawannya yang lain yang datang sebagai bentuk solidaritas sesama anggota IKTCB. Untuk meminta SMS Finance mengembalikan mobil rekannya. “Kita datang kesini meminta kepada debt collector SMS Finance untuk mengembalikan mobil kawan kita. Karena bagi kita tidak wajar menarik paksa seperti rampok di tengah jalan. Dan juga diminta untuk menebus uang sebesar itu, padahal kawan kita sudah menyangupi membayar lima bulan,” tegasnya.

Ditambahkannya saat dia dan anggota IKTCB yang lain masuk kedalam untuk memprotes apa yang dilakukan oleh debt collector, salah seorang debt collector yang ikut menarik mobil itu mengaku-ngaku kalau dirinya polisi.  “Kami minta bukti kalau dia memang polisi, dia tidak bisa menujukkannya,” jelasnya.

Pantauan RB, saat terjadi aksi protes sopir travel IKTCB, seorang polisi berseragam lengkap dan dua orang berpakaian sipil datang ke kantor SMS Finance. Mereka kemudian masuk ke kantor SMS Finance, tak berapa lama, mereka keluar bersama salah seorang karyawan SMS Finance. RB mencoba mewawancarai salah seorang polisi yang berbaju seragam, kemudian mengarahkan RB untuk mewawancarai anggota polisi yang berbaju sipil, namun sayangnya dia mengelak. “Ini masih proses negoisasi nanti saja ya,” katanya.

Sementara itu saat RB meminta keterangan kepada pihak SMS Finance, salah seorang karyawan yang duduk di bangku resepsionis belum mengizinkan. “Maaf bang dari dalam masih musyawarah mencari jalan keluarnya,” katanya.

Tak berapa lama, RB kembali masuk ke kantor SMS Finance, untuk wawancara kepala cabang SMS Finance tersebut. kemudian disambut oleh salah seorang debt collector yang ikut menarik mobil Aprizal itu. “Saya juga dari RB, tapi saya tidak punya ID Card RB. Untuk apa cari-cari kepala (Kepala cabang, red) kepala saya ini nah, mau kau antukkan ke dinding?,” tantangnya, seraya membuka pintu masuk, pertanda menyuruh RB untuk keluar dari kantor SMS Finance.

Senin (1/6) RB kembali berusaha mendatangi kantor SMS Finance untuk meminta konfirmasi terkait insiden penarikan mobil milik anggota IKTCB tersebut. Namun kantor SMS Finance tersebut tutup, pintu masuknya dalam keadaan tergembok. (cw4)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: