HONDA

Kreasi di Tengah Pandemi, Ciptakan Peluang Ekonomi

Kreasi di Tengah Pandemi, Ciptakan Peluang Ekonomi

BENGKULU - Sebagai upaya peningkatan potensi para penggiat seni di Kota Bengkulu, program kemitraan masyarakat menggandeng komunitas lintas seni untuk meningkatkan kapasitas mereka. Ketua Pelaksana Program, Mochamad Yusa, S.Kom, M.Kom mengatakan program ini dilakukan untuk kegiatan peningkatan dan pemberdayaan masyarakat.

"Program ini dari Dikti Kemendikbud, pelaksanaan kegiatan yang berupa pemberdayaan dan peningkatan kapasitas. Untuk mitranya, komunitas seni," kata Yusa, Rabu (15/7).

Dikatakannya, untuk lintas komunitas seni ini memiliki potensi, misalnya dalam mural. Namun mural ini tidak selalu ada, kebanyakan diantara penggiat seni, kesulitan untuk survive di bidang ekonomi. "Sehingga ada baiknya, mereka juga memiliki kemampuan. Apalagi sekarang zaman 4.0 sesuai dengan bidang keahlian saya di informatika, dan management dari tim. Itu bisa membuat sebuah product yang bisa dibeli oleh masyarakat," jelasnya.

Ia menjelaskan tujuan kegiatan ini untuk mewujudkan karya dari mural untuk bisa menciptakan sebuah produk. Mural sendiri sebenarnya sebuah seni ekonomi kreatif yang bisa menghasilkan uang. "Harapannya nanti, dari teman teman komunitas ini nantinya bisa mandiri secara ekonomi. Bisa menciptakan peluang ekonomi sendiri," ucap Yusa.

Sementara untuk marketingnya nanti akan dilakukan secara online. Nantinya akan diajarkan oleh timnya yakni Arie Vatresia, ST, MTI, pH.D dan Khairil Afandi, SE, MM untuk membuat produk yang memiliki nilai jual, serta cara memasarkannya yang sesuai dengan biaya produksi produk itu. "Setelah mereka bisa membuat produk yang layak jual, nanti bisa dilakukan secara online. Jadi nanti kita pandu untuk membuat toko online," jelasnya.

Dijelaskannya, pihaknya akan mengajarkan para pengiat seni itu untuk membuat berbuat e-market place seperti Tokopedia, Shopee. Juga mengajarkan untuk mencari kata kunci sebuah produk agar dapat di halaman pertama pencarian google.

Di sisi lain, salah satu anggota Lintas Komunitas Seni (LKS), Yurika, menyampaikan bahwa teman-temannya di komunitas seni kebanyakan sudah memiliki produk sendiri. Namun permasalahan yang mereka hadapi adalah bagaimana cara menemukan pasar untuk menjual produk seni itu. "Kadang kadang waktu jualan itu malah membuang duit,” ujarnya. (war)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: