HONDA

Habis Gelap Bangkitkan Terang, Bangkit Bangsaku!

Habis Gelap Bangkitkan Terang, Bangkit Bangsaku!

Dengan kondisi krisis yang bereskalasi, gerakan kepedulian yang lebih besar dibutuhkan untuk meluaskan aksi-aksi nyata yang dapat meredam dampak pandemi. Gerakan “Bangkit Bangsaku” akan fokus pada penyelamatan tiga sektor vital yang kini sangat terdampak pandemi, yakni sosial, ekonomi, dan kesehatan.

JAKARTA – Dampak pandemi Covid-19 kian meluas di berbagai sektor kehidupan secara global. Indonesia pun turut terpuruk. Angka kasus terkonfirmasi Covid-19 terus meningkat setiap harinya hingga menembus ratusan ribu jiwa, diiringi bertambahnya angka kematian akibat pandemi ini. Pandemi tak hanya melemahkan sektor kesehatan, namun juga mengistirahatkan roda ekonomi bangsa.

Ibu Pertiwi dihempas multikrisis, membawa anak bangsa pada jurang depresi nasional. Namun, benih-benih optimisme terus ditanam dengan solidaritas kepedulian terhadap sesama. Aksi Cepat Tanggap (ACT) turut membersamai perjuangan anak bangsa bertahan di masa sulit ini sejak pandemi menjangkit Indonesia pada awal Maret lalu.

“Pandemi bergerak begitu cepatnya dan menggerogoti berbagai sendi kehidupan di Indonesia. Di awal pandemi, kami berjuang bersama para tenaga medis dan warga prasejahtera. Kami ajak masyarakat untuk saling menguatkan melalui gerakan ‘Bersama Lawan Corona’, ‘Aksi Bantu Indonesia’, dan ‘Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan’. Karena kami yakin, kepedulian yang hadir di masa sulit ini menjadi semangat bagi bangsa untuk bangkit bersama,” jelas Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin.

Dengan kondisi krisis yang bereskalasi, gerakan kepedulian yang lebih besar dibutuhkan untuk meluaskan aksi-aksi nyata yang dapat meredam dampak pandemi. Aksi Cepat Tanggap pun senantiasa menghadirkan program-program kemanusiaan dan mengajak lebih banyak masyarakat dalam aksi kedermawanan. ‘Bangkit Bangsaku’ menjadi semangat utama ikhtiar ini dan akan terus digaungkan bersamaan dengan rangkaian aksi nyata berbagai elemen masyarakat.

“Pandemi ibarat kegelapan zaman yang menelan berjuta harapan. Namun jika sadar, kita memiliki jalan keluar dari semua permasalahan. ‘Habis Gelap Bangkitkan Terang’ diambil sebagai tagline gerakan nasional ‘Bangkit Bangsaku’ untuk memantik optimisme anak bangsa. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat seyogyanya membuat masalah terlihat kecil dan dapat teratasi. Insyaallah, ikhtiar bersama ini akan membukakan jalan-jalan kemudahan,” ungkap Ahyudin saat mendeklarasikan gerakan “Bangkit Bangsaku”, Rabu (30/9).

Gerakan “Bangkit Bangsaku” akan fokus pada penyelamatan tiga sektor vital yang kini sangat terdampak pandemi, yakni sosial, ekonomi, dan kesehatan. Di sektor sosial, ACT lanjut menopang kebutuhan pokok masyarakat Indonesia, utamanya pangan, melalui sejumlah program pangan. Hal ini mengingat pangan menjadi kebutuhan utama yang sulit dipenuhi di masa pandemi ini akibat keterpurukan ekonomi keluarga.

“Insya Allah kami akan terus mendampingi masyarakat Indonesia, memastikan stok pangan dari hulu ke hilir tersedia, sehingga seluruh masyarakat dapat terbantu. Misalnya saja di bagian hulu, kami fokus pada pendampingan para produsen pangan seperti petani, nelayan, dan sebagainya agar produksi pangan terus berlanjut. Hasil produksi pangan tersebut nantinya akan menjadi suplai untuk masyarakat di bagian hilir. Semua ini insyaallah akan menjangkau masyarakat urban dan pelosok negeri,” terang Presiden ACT Ibnu Khajar.

Adapun program-program pangan tersebut di antaranya Lumbung Beras Wakaf, Lumbung Ternak Wakaf, Lumbung Air Wakaf, Lumbung Sedekah Pangan, Operasi Pangan Gratis, Operasi Beras Gratis, Operasi Makan Gratis, Humanity Care line, dan lainnya. Tidak hanya pangan, penyelamatan di sektor sosial juga mencakup pemberian bantuan biaya hidup bagi para guru dan dai prasejahtera di Indonesia.

Sementara di sektor ekonomi, ACT lanjut membantu para pelaku usaha mikro dan ultra mikro bertahan dan bangkit di tengah ancaman resesi ekonomi. Hal ini diharapkan mampu mendorong perekonomian bangsa yang banyak disokong dari sektor UMKM.

Di sektor kesehatan, ikhtiar preventif terhadap penyebaran virus corona terus digencarkan. Sejumlah ikhtiar tersebut antara lain aksi disinfeksi, penyediaan APD bagi pejuang medis, hingga dukungan pangan dan multivitamin bagi tenaga kesehatan yang menangani langsung kasus Covid-19.

“Bangsa kita butuh disemangati sebuah gerakan, penyadaran terhadap berbagai permasalahan, pembuka jalan solusi dan implementasi nyata, serta penjaga optimisme tetap menyala. Seluruh aksi ini membutuhkan kolaborasi besar berbagai elemen masyarakat. Semua anak bangsa diundang kontribusinya, menyiarkan semangat dan ide untuk bangkitkan bangsa. Bersama, kita akan gulirkan bola salju kepedulian kita untuk Indonesia,” tegas Ibnu. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: