HONDA

Terindikasi Proses Lahiran Bayi Dibuang Dibantu Bidan

Terindikasi Proses Lahiran Bayi Dibuang Dibantu Bidan

 

KEPAHIANG – Melihat kondisi bayi dibuang di liku sembilan saat pertama kali ditemukan warga, terindikasi telah melewati proses lahiran dengan bantuan seorang bidan.

Warga yang pertama kali menemukan bayi, pada pukul 08.50 WIB (22/8), Holidin mengungkapkan saat ditemukan kondisi bayi sangat memprihatinkan.

BACA JUGA: Diduga Hasil Hubungan Gelap, Bayi Dibuang di Hutan Kawasan Liku Sembilan Kepahiang

Bayi berjenis kelamin perempuan itu, ditemukan di areal hutan tak jauh dari jalan lintas  Bengkulu - Kepahiang kawasan hutan Liku Sembilan yang masuk ke wilayah Kabupaten Kepahiang.

Bayi ditemukan terbungkus selembar kain, saat dirinya yang secara kebetulan hendak mengecek lokasi Bunga Rafflessia yang mekar tak jauh dari lokasi. Holidin sendiri diketahui merupakan penggiat puspa langka yang ada di sekitar lokasi.

Saat itu, kondisi kaki bayi sudah dipenuhi kotoran. Ada luka lecet di punggung. Kondisi tali pusar bayi sudah dipotong dan dijepit klem. Dari kondisi ini pula, ada dugaan bayi tersebut dilahirkan atas bantuan seorang bidan atau tenaga medis terampil.

Bayi yang diduga baru berusia 1 hari tersebut, memiliki panjang 46 cm dan berat 2,3 kg. Di bagian punggung belakang bayi tampak ada goresan sepanjang 2 CM.

Kemudian seputaran tali pusat dan kemaluannya ditemukan belatung.  Ada luka lecet di kamaluan, di kaki dan punggung.

BACA JUGA: Tak Tahan Terus Nombok, Wabup Kepahiang Angkat Kaki dari Rumdin

Lebih lanjut, Kapolres Kepahiang AKBP. Suparman, S.Ik, M.AP melalui Kapolsek Kepahiang AKP. Kadi Karjito menerangkan, bayi telah dibawa ke RSUD Kepahiang untuk mendapatkan penanganan medis.

“Bayi pertama kali ditemukan oleh warga sekitar yang hendak mengecek lokasi mekarnya Bunga Raflessia. Namun di jalan setapak hutan yang tak jauh dari jalan raya, saksi mendengar ada suara bayi menangis. Kemudian saksi pun mengecek asal suara itu, dan ditemukan seorang bayi tergeletak di tanah lembab. Saksi pun kemudian memberitahu warga sekitar dan kami dari kepolisian,” ungkap Kadi. Baca Selanjutnya>>>

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: