baner honda 2022
yamaha 2022
PRAMUKA 2022

Lahan Sawit Diserobot Malah Ditetapkan Jadi Tersangka, Warga Kota Bengkulu Ajukan Praperadilan

Lahan Sawit Diserobot Malah Ditetapkan Jadi Tersangka, Warga Kota Bengkulu Ajukan Praperadilan

Indera Lusi selaku istri dari Boy Hendrik didampingi penasehat hukum, Muspani, SH, MH.--Febi/rakyatbengkulu.disway.id

 

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Lahan sawit seluas 6,2 hektare diserobot, Boy Hendrik malah ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan di Polsek Talang Empat Bengkulu Tengah.

Menuntut keadilan, Indera Lusi selaku istri dari Boy Hendrik bersama penasehat hukumnya mengajukan Praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Arga Makmur.

Boy Hendrik ditetapkan tersangka dan ditahan di Polsek Talang Empat Bengkulu Tengah atas tuduhan Pasal 378 KUHP dan 372 KUHP Penggelapan dan Penipuan dengan Pelapor Karsito.

Pengajuan praperadilan ini dilakukan lantaran pihaknya menilai perkara yang dituduhkan kepada tersangka Boy Hendrik tidak sesuai dengan peristiwa yang terjadi di lapangan.

BACA JUGA:Tembak-menembak Polisi Vs Bandit Ranmor di Kepahiang

BACA JUGA:Diduga Tilep Beasiswa PIP, Oknum Guru Kepahiang Digelandang, 31 Siswa Diambil Keterangan

Bahwa sebenarnya tersangka adalah korban tuduhan palsu.

Indera Lusi melalui Penasehat Hukumnya, Muspani, SH, MH dalam konferensi pers yang digelar Rabu, 23 November 2022 bertempat di Kantor Advokat & Konsultasi Hukum Muspani & Associates memberikan klarifikasi.

Muspani mengatakan, kliennya Boy Hendrik dilaporkan oleh Karsito ke Polsek Talang Empat tanggal 19 Oktober 2022 atas tuduhan penggelapan dan penipuan atas pengelolaan kebun sawit seluas kurang lebih 25 hektare.

"Berawal dari kerja sama tiga orang, antara klien kami sebagai tersangka yang sekarang ditahan dengan Pelapor Karsito," ungkap Muspani.

BACA JUGA:Soal CSR Lampu Median Jalan, Pejabat Rejang Lebong Diperiksa Polda

BACA JUGA:Dugaan Korupsi 3 Paket Pengerjaan Jalan Mukomuko, Kejati Periksa Mantan Kabid Bina Marga Dinas PUPR

"Tahun 2010 mereka sepakat membangun kebun sawit di Desa Tanjung Dalam Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah," sampai Muspani.

Dalam kesepakatan tersebut, Boy Hendrik membeli lahan 6,2 hektare, Karsito membeli lahan 14 hektare, dan rekannya yang lain Herman membeli lahan 8 hektare.

Pada lahan milik Karsito dan Herman mereka membuat kesepakatan lisan bahwa pembangunan kebun dilakukan oleh Boy Hendrik.

"Jadi mulai dari menebang tebas hutan hingga menanam sawit sejak 2010 dikerjakan oleh klien kami suami istri ini. Dalam pengarapan kebun ini tidak ada kesepakatan biaya hingga sampailah kebun ini menghasilkan dan panen," jelasnya.

BACA JUGA:CB150X City Fun Challenge Sukses, Astra Motor Bengkulu Apresiasi Bikers Pengguna Motor Honda

BACA JUGA:Kabar Terbaru Kasus Korupsi NIPD, Mantan Kabid Dinas PMD Kaur Jalani Sidang Perdana

Dalam kesepakatan, lahan ini akan diserahkan kembali kepada pemilik masing-masing setelah anak-anak Boy Hendrik selesai menamatkan sekolah sarjana S1. Pada saat kesepakatan dibuat anak-anak Boy Hendrik masih SD.

Setelah kebun sawit milik Karsito yang pengelolaannya dipercayakan pada Boy Hendrik tumbuh baik dan menghasilkan, Karsito secara diam-diam menjual lahan miliknya, termasuk kebun sawit milik Boy seluas 6,2 hektare kepada pihak lain.

"Padahal lahan yang dijual Karsito surat menyurat secara resmi dimiliki oleh Boy," ungkap Muspani.

Muspani menyebut, motif laporan polisi dari Pelapor Karsito sesungguhnya adalah untuk menutupi perbuatan kejahatan dirinya yang telah menjual kebun sawit milik Boy dan keluarga seluas 6,2 hektare.

BACA JUGA:Bandit Curanmor Spesialis Kosan di Bengkulu Gagal Beraksi, 2 Motor Incaran Tak Bisa Menyala

BACA JUGA:Api Menyambar Atap Rumdin Disaat Wabup dan Istri Terlelap

Karsito membuat rekayasa pada laporan polisi Nomor: LP/B-127/X/2022/SPKT/POLRES BT/POLSEK TL, tanggal 19 Oktober 2022 di Polsek Talang Empat.

"Pada laporan lahan kebun sawit miliknya yang dikelola oleh klien kami dilaporkan berkurang, tidak sampai lagi 25 hektare. Padahal fakta di lapangan, sesungguhnya lahan kebun sawit milik Karsito tersebut hanya lebih kurang 14 hektare," beber Muspani.

Pihaknya menilai bahwa dalam pemeriksaan di Polsek Talang Empat terjadi tindakan kesewenang-wenangan yang dialami oleh kliennya.

Boy telah diperiksa sejak 27 September 2022 tanpa adanya laporan polisi dan juga diperiksa atas kepentingan Karsito. Padahal laporan polisi Karsito baru dibuat pada tanggal 19 Oktober 2022.

BACA JUGA: 8 Fakta Wah Piala Dunia Qatar 2022, Termahal Sepanjang Sejarah

BACA JUGA:Karena Argentina, Raja Saudi Jadikan Rabu Libur Nasional

"Kami melihat ada yang janggal dalam cara penanganan perkara ini oleh Polsek Talang Empat. Kami melapor ke Polres Bengkulu Tengah," tukasnya.

"Intinya kami meminta supaya jangan polisi berpihak dan perkaranya diambil ke Polres. Namun oleh Polres tidak memberikan tanggapan atas masalah ini," tambahnya.

Muspani menyebutkan, pengaduan atas penanganan perkara tidak profesional di Polsek Talang Empat yang telah diajukan kepada Kapolres Bengkulu Tengah oleh pihaknya tidak ditanggapi.

Pihaknya menilai, justru kliennya dikebut dan dipercepat pemeriksaannya. Pada akhirnya ditetapkan sebagai tersangka serta ditangkap dan ditahan.

BACA JUGA:Guillermo Ochoa Sukses Tahan Lewandowski

BACA JUGA:Offside Saudi Memang Mumpuni, Scaloni Bilang Begini

"Kalau ini diusut secara objektif ya korban sebenarnya adalah klien kami ini. Ini malah korban dijadikan tersangka," ujarnya.

Atas dasar tersebut pihaknya mengajukan perkara praperadilan di Pengadilan Negeri Arga Makmur.

"Ini perkara perdata yang dipaksakan dipidanakan, dipaksakan ditahan. Tak hanya ditahan, seluruh hak-hak klien kami ini dibatasi," ucapnya.

"Kami juga berharap pihak kepolisian melepaskan tersangka ini, dan meminta Kapolres untuk menarik perkara ini untuk dilakukan ulang dari penyelidikan awal. Ini untuk menuntut keadilan," tutupnya.


Sumber: