baner atas dalam artikel  2023

Indonesia Hentikan Dominasi Harga Minyak Sawit yang Ditetapkan Malaysia

Indonesia Hentikan Dominasi Harga Minyak Sawit yang Ditetapkan Malaysia

Pemerintah Indonesia akan menghentikan dan keluar dari dominasi harga yang minyak sawit yang ditetapkan oleh pemerintah Malaysia. --rakyatbengkulu.com

 

JAKARTA, RAKYATBENGKULU.COM - Pemerintah Indonesia akan menghentikan dan keluar dari dominasi harga yang minyak sawit yang ditetapkan oleh pemerintah Malaysia. 

Indonesia tentu berencana merancang harga acuan sendiri untuk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). 

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. Ia memerintahkan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) agar segera membentuk bursa sawit tersebut.

Zulhas mengatakan rencana itu didorong karena Indonesia menjadi produsen terbesar CPO di dunia. Tetapi industri sawit dalam negeri malah mengacu pada harga dari Malaysia.

BACA JUGA:Kabar Baik Buat Petani Kelapa Sawit, Hari Ini Harga Bergerak Naik Segini

BACA JUGA:Warning! Petani Mukomuko Tak Boleh Alihfungsikan Sawah jadi Sawit

"Beberapa kali di sidang kabinet disinggung masa kita ikut dengan Malaysia yang punya sawit kita tapi kita ikut Malaysia, yang jelek siapa ya Bappebti. Punya Bappebti tapi kok ikuti Malaysia," ujar Zulhas dikutip rakyatbengkulu.com dari kemendag.go.id, Senin, 23 Januari 2023.

Zulhas juga telah menargetkan harga acuan sendiri untuk CPO tersebut bisa terbentuk pada Juni 2023. Dengan begitu Indonesia juga bisa mengatur acuan harga CPO dunia juga.

"Dengan segala kewenangan yang dimiliki kalau bisa karet, CPO, kopi itu sudah bisa di kita. Jadi kalau memungkinkan di bulan Juni itu sudah bisa terpampang di layar bahwa kita punya patokan harga. Kalau dulu pagi-pagi itu di radio ada harga kopi dunia, harga lada dunia," tegasnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, mengungkap mengapa selama ini Indonesia belum membentuk harga acuan sendiri untuk CPO dan komoditi lainnya.

BACA JUGA:Banjir di Kota Bengkulu! Hindari Titik-titik Ruas Jalan Ini

BACA JUGA:Sudah 4 Hari Wanita Tenggelam di Sungai Padang Guci_Bengkulu Belum Ketemu, SAR Terus Berupaya

Menurutnya salah satu kendalanya adalah data transaksi komoditas di Indonesia yang belum bisa diandalkan. Akibatnya, proses penetapan harga referensi komoditi belum bisa direalisasikan.

Sumber: