HONDA

Runtuhnya Kerajaan Champa, Pengaruh Ajaran Islam dan Keturunan Champa yang Tersebar di Nusantara

Runtuhnya Kerajaan Champa, Pengaruh Ajaran Islam dan Keturunan Champa yang Tersebar di Nusantara

Runtuhnya Kerajaan Champa, Pengaruh Ajaran Islam dan Keturunan Champa yang Tersebar di Nusantara--Ilustrasi Foto: Instagram.com/Apri.ep

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Melanjutkan dari artikel sebelumnya "Apa Benar Orang Champa Memiliki Leluhur yang Sama dengan Orang Indonesia?" BACA di SINI

Sebuah dinasti baru menduduki tahkta angkor di Kamboja atau Khmer. Dengan cepat raja-raja baru mendorong pembangunan kerajaan yang berambisi menguasai Asia Tenggara. Salah satu rajanya ialah Suryawarman II yang mendirikan angkor wat di Kamboja.

Di tahun 1080, pasukan kerajaan Kamboja ini menyerang dan menghancurkan Vijaya, banyak candi-candi hancur dan harta kerajaan Champa dijarah.

Setelah mengalami pemderitaan yang hebat, pasukan Champa berhasil mengalahkan pasukan Kamboja mengamankan ibukota mereka.

BACA JUGA:Apa Benar Orang Champa Memiliki Leluhur yang Sama dengan Orang Indonesia?

Kemudian di tahun 1145 Masehi, kerajaan Kamboja tersebut kembali menyerang dan berhasil menguasai Kota Vijaya dan menghancurkan candi-candi. 

Pada tahun 1149 Masehi pasukan cempaka yang dipimpin Raja Jaya Hariwarman I melakukan pembalasan dan berhasil merebut kembali.

Pada tahun 1177, kerajaan Champa mengirim armada dari Sungai Mekong memasuki Danau Tonle Sap di Kamboja untuk membalas dendam dengan menyerbu Ibukota Khmer di Yasodharapura membunuh raja Tribuwanaditya dan merampas harta mereka.

Ditahun 1270 Masehi, kekaisaran Mongolia dibawah pimpinan Kubilai Khan, berhasil mengalahkan Dinasti Song di Tiongkok dan mengambil alih semua Pemerintahan Tiongkok. 

BACA JUGA:Benarkah 600 Tahun Sebelum Kerajaan Majapahit, Islam Telah Ada di Nusantara?

Bangsawan dan perwira yang setia kepada Dinasti Song melarikan diri ke Champa, mereka pun disambut baik.

Pada tahun 1283 Masehi pasukan Mongolia dipimpin Jendral Sogetu menyerbu kerajaan Champa dan berhasil menduduki kota Vijaya. Raja Indrawarman V berhasil melarikan diri ke pegunungan dan mempersiapkan perlawanan balik.

Meski pasukan Champa dikalahkan berkali-kali, pasukan Mongolia tidak mampu merebut wilayah Champa keseluruhan. Perlawanan yang kuat dan cuaca yang asing, membuat lemah pasukan mongolia secara drastis.

Ditahun 1285 pimpinan Mongolia Jendral Sogetu wafat didalam pertempuran dan pasukannya banyak terbunuh. Raja Indrawarman V mengirim utusan ke Kubilai Khan dan mendapatkan perjanjian damai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: