HONDA

Prakiraan Cuaca: Hujan Setiap Hari di Rejang Lebong, Waspada Banjir dan Longsor

Prakiraan Cuaca: Hujan Setiap Hari di Rejang Lebong, Waspada Banjir dan Longsor

Waspada banjir dan longsor, hujan diprediksi terjadi setiap hari di Rejang Lebong.--Badri/rakyatbengkulu.com

CURUP, RAKYATBENGKULU.COM - Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, diprediksi akan mengalami curah hujan yang cukup tinggi beserta angin setiap harinya mulai dari hari ini, tanggal 6 Februari 2024, hingga tujuh hari ke depan.

Rejang Lebong, yang dikenal dengan karakteristik topografi perbukitan, memiliki risiko yang tinggi terhadap bencana banjir dan longsor akibat peningkatan volume air sungai dan saluran drainase yang berkembang seiring dengan intensitas hujan yang meningkat secara konsisten.

Menyikapi potensi bencana tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Shalahuddin, mengungkapkan bahwa bencana longsor dan banjir merupakan hal yang umum terjadi hampir setiap tahun di wilayah ini.

BACA JUGA:Terdampak Banjir dan Longsor, Usulan Perbaikan Jembatan Rusak di Rejang Lebong Capai Rp22 Miliar

Sebagai langkah preventif, BPBD telah membentuk tim relawan tangguh bencana di setiap desa dan kelurahan, serta tim reaksi cepat (TRC) yang siap bertindak menghadapi bencana alam seperti banjir dan longsor.

"Warga diminta untuk senantiasa waspada terhadap potensi banjir dan longsor," ujar Shalahuddin pada rakyatbengkulu.com, Selasa, 6 Februari 2024.

"Terutama di daerah-daerah rawan seperti jalur lintas Curup-Lubuk Linggau di Kecamatan Binduriang, Curup Muara Aman, sekitar aliran Sungai Musi di Kecamatan Selupu Rejang, juga di Kecamatan Sindang Kelingi dan Padang Ulak Tanding," imbaunya.

Shalahuddin juga menegaskan pentingnya peran serta aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian bencana kepada pemerintah setempat agar respons dan penanganan dapat dilakukan dengan segera, khususnya di jalan-jalan lintas provinsi dan kabupaten.

BACA JUGA:Pemkab Rejang Lebong Fokus Bahas Penanggulangan, Potensi, dan Dampak Bencana Longsor serta Banjir

"Inisiatif ini diambil untuk mengurangi dampak kerugian materiil dan potensi korban jiwa akibat bencana alam seperti longsor dan banjir yang disebabkan oleh meluapnya sungai dan saluran drainase," tambah Shalahuddin.

Sementara itu, BPBD bersama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait telah melakukan pertemuan dan mengajukan usulan Penanggulangan Bencana.

Menyusul kejadian banjir awal bulan Januari yang mengancam kelestarian jembatan penghubung antara Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup, dan Desa Dusun Sawah, Kecamatan Curup Utara.

"Usulan sudah kami ajukan dan kami tinggal menunggu keputusan dari pemerintah pusat untuk melakukan langkah penyelamatan terhadap jembatan sepanjang 70 meter tersebut," ungkap Shalahuddin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: